POLMAN – Kisah inspiratif datang dari Muhammad Nizam (19), siswa SMAN 1 Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Remaja asal Desa Dakka ini berhasil menembus skuad Persik Kediri untuk tampil di ajang Elite Pro Akademy (EPA) U-20 musim 2025/2026.
Perjalanan Nizam menuju EPA U-20 tidak mudah. Sejak kecil ia harus hidup terpisah dari orang tuanya dan dibesarkan oleh nenek serta keluarga di kampung halaman. Namun keterbatasan itu tak menyurutkan tekadnya untuk menekuni dunia sepak bola.
Bakatnya mulai diasah di SSB Buana Dakka sejak usia sekolah dasar. Dari sana, Nizam melanjutkan kariernya dengan memperkuat PS Sandeq Polman (Soeratin U-17) dan PS Polmas (Soeratin U-18). Penampilan konsisten itulah yang akhirnya menarik perhatian Persik Kediri, hingga ia resmi direkrut untuk tampil di EPA U-20.
Pemain kelahiran 31 Agustus 2007 ini dikenal fleksibel di lapangan. Ia bisa bermain sebagai sayap kiri (11), gelandang serang (10), maupun gelandang tengah (8).
“Bergabung dengan Persik Kediri adalah kesyukuran besar bagi saya. Saya ingin terus belajar, berkembang, dan suatu saat bisa menjadi pemain profesional. Semoga saya bisa mengharumkan nama Sulawesi Barat, daerah, dan tentu saja sekolah saya, SMAN 1 Wonomulyo,” kata Nizam.
Keberhasilan Nizam tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga, guru, para pelatih, hingga pemerintah Desa Dakka. Kehadirannya di Persik Kediri U-20 pun diharapkan menjadi inspirasi bagi anak muda Polewali Mandar yang bercita-cita meniti karier di dunia olahraga, khususnya sepak bola.(*)






