Labkesda Sulbar Perkuat Layanan, Ungkap Tren Pemeriksaan dan Tantangan Lapangan

Kepala UPTD Labkesda-UTD Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Andi Hadra Pasamula, saat memaparkan capaian program di hadapan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, di Cafe Paulle, Mamuju, Selasa (28/10/2025). (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah dan Unit Transfusi Darah (Labkesda-UTD) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kinerja pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data periode Januari hingga September 2025, jumlah pemeriksaan sampel menunjukkan tren fluktuatif. Capaian tertinggi terjadi pada Januari dengan 77 sampel, disusul peningkatan kembali pada Mei (55 sampel) serta Agustus dan September masing-masing sebanyak 25 sampel.

Bacaan Lainnya

Kepala UPTD Labkesda-UTD Sulbar, Andi Hadra Pasamula, memaparkan data tersebut dalam kegiatan evaluasi dan pemaparan capaian program bersama jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar di Cafe Paulle, Mamuju, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, variasi jumlah pemeriksaan dipengaruhi oleh jenis sampel yang diterima dari berbagai kabupaten serta kapasitas laboratorium dalam melayani pemeriksaan mikrobiologi, imunologi, dan biokimia.

“Peningkatan di bulan Mei misalnya, disebabkan lonjakan permintaan pemeriksaan di instalasi mikrobiologi, sedangkan di Januari banyak berasal dari instalasi imunologi,” jelas Andi Hadra.

Ia juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan layanan laboratorium, antara lain keterbatasan reagen dan bahan medis habis pakai, pemeliharaan alat yang belum maksimal, serta kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya telah menyusun sejumlah langkah jangka pendek, seperti inventarisasi kebutuhan alat dan reagen prioritas, penerapan jadwal pemeliharaan alat sederhana, serta memanfaatkan pendampingan daring dari laboratorium rujukan provinsi lain guna peningkatan kapasitas teknis.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penguatan Labkesda menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini penyakit dan penunjang analisis kesehatan masyarakat.

“Penguatan Labkesda merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulbar untuk memperkuat sistem kesehatan daerah. Ini sejalan dengan Panca Daya ke-5 Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan dasar yang berkualitas,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar juga berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas Labkesda melalui pelatihan tenaga analis, modernisasi alat, serta integrasi pelaporan berbasis digital agar hasil pemeriksaan lebih cepat, akurat, dan berguna bagi pengambilan kebijakan kesehatan masyarakat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *