MAMUJU, editorial9.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, melepas kafilah Sulbar yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Junda melepas secara resmi para peserta dalam acara yang berlangsung di Aula Ballroom Andi Depu Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (9/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sulbar.
Kafilah Sulbar selanjutnya bergabung dengan peserta dari 37 provinsi lainnya untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026.
Dalam sambutannya, Junda menegaskan bahwa MTQ nasional tidak semestinya hanya dipandang sebagai arena mengejar piala dan peringkat. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
“MTQ ini kita jadikan momentum penting untuk meningkatkan kecintaan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dengan indah, tetapi juga untuk kita pahami, kita hayati, dan tentunya kita amalkan,” ujar Junda.
Menurutnya, para peserta yang tampil di MTQ memiliki peran penting sebagai duta syiar Al-Qur’an. Kemampuan dalam tilawah, hafalan, tafsir maupun cabang lainnya harus berjalan beriringan dengan akhlak dan keteladanan.
Junda berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, kedisiplinan serta kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.
“Saya berharap melalui MTQ akan lahir generasi-generasi yang tidak hanya unggul dalam tilawah, hafidz, tafsir, kaligrafi dan cabang musabaqah lainnya, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berintegritas, kedisiplinan, dan kecintaan yang semakin kuat terhadap Al-Qur’an,” katanya.
Ia juga mengingatkan para kafilah bahwa keberangkatan ke Semarang membawa amanah besar. Setiap peserta bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama dan kehormatan Provinsi Sulawesi Barat.
Karena itu, Junda meminta seluruh kafilah mempersiapkan diri secara lahir dan batin, menjaga adab, kesehatan, kedisiplinan serta kebersamaan selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ.
Di hadapan para peserta, Junda menyampaikan tiga pesan utama.
Pertama, para kafilah diminta tampil percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik. Ia meminta peserta tidak minder atau takut menghadapi kompetitor dari daerah lain.
“Jangan ragu, jangan takut, dan jangan merasa rendah diri. Percayalah pada kemampuan yang telah kalian miliki. Tampilkan kemampuan terbaik. Kalau sudah kita tampilkan yang terbaik, persoalan juara itu adalah kehendak Allah SWT,” pesannya.
Kedua, Junda meminta peserta menjaga kondisi fisik selama berada di Semarang. Menurutnya, kesehatan menjadi modal penting agar peserta dapat tampil maksimal saat perlombaan.
“Jangan sampai pada hari H justru terganggu karena kurang istirahat atau kurang menjaga pola makan,” ujarnya.
Ketiga, ia meminta kafilah menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Peserta diminta tidak terbebani dengan keberadaan lawan dan lebih fokus memaksimalkan kemampuan masing-masing.
“Ibaratnya kalau kita bertanding, tidak usah pikirkan lawan. Yang kita pikirkan adalah bagaimana kemampuan kita. Kalau kemampuan kita sudah maksimal, insyaAllah usaha yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula,” jelasnya.
Junda menegaskan, prestasi tetap menjadi harapan pemerintah dan masyarakat Sulbar. Namun, keberhasilan kafilah tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah juara yang diraih.
“Prestasi tentu kita harapkan, tetapi tetap junjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Yang paling penting adalah menjaga nama baik Provinsi Sulawesi Barat. Tunjukkan bahwa kafilah Sulbar adalah kafilah yang berakhlak, disiplin, dan membawa kedamaian,” tegasnya.
Ia berharap keikutsertaan kafilah Sulbar di MTQ Nasional XXXI, tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak lebih luas dalam membangun generasi Qur’ani dan meningkatkan kecintaan masyarakat Sulawesi Barat terhadap Al-Qur’an.
Dengan bekal kemampuan, persiapan dan pesan moral tersebut, kafilah Sulbar diharapkan mampu tampil maksimal di Semarang sekaligus menjaga nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. (Rls)






