Maulid di Sapota, SDK Ungkap Rp40 Miliar untuk Mamuju

Berikut keterangan foto versi CNN Indonesia: Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) saat menyampaikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sapota Rumah Jabatan Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (13/9/2026). Dalam sambutannya, SDK menyampaikan pesan tentang tanggung jawab pemimpin serta sejumlah program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU, editorial9.com – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) mengungkapkan anggaran lebih dari Rp40 miliar, tetap dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mamuju pada 2026, meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.

Hal itu disampaikan SDK saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sapota Rumah Jabatan Bupati Mamuju, Minggu (13/9/2026).

Bacaan Lainnya

“Di tengah efisiensi ini, kalau tidak salah untuk tahun ini kurang lebih Rp40 miliar lebih untuk infrastruktur Kabupaten Mamuju,” kata Suhardi Duka.

SDK mengatakan anggaran tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk tetap menjalankan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Menurutnya, kebutuhan pembangunan di Sulawesi Barat masih cukup besar sehingga anggaran harus dibagi untuk enam kabupaten.

“Kita masih banyak kebutuhan pembangunan karena harus kita bagi untuk enam kabupaten yang ada di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, SDK juga menyampaikan sejumlah program pemerintah Sulbar, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

SDK menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan layanan kesehatan dapat diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Ia mengatakan masyarakat dari desil 1 hingga desil 10 tetap harus mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah.

“Kita komitmen bahwa layanan kesehatan harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali, mau desil satu sampai dengan desil 10 dilayani di Puskesmas, dilayani di rumah sakit dan ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.

Menurut SDK, pelayanan publik menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah yang harus terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

Di sektor pendidikan, SDK mengatakan pemerintah terus melakukan pembenahan, baik dari sisi institusi, kualitas pendidikan maupun tenaga guru.

Ia juga menegaskan tidak boleh lagi ada pungutan di sekolah.

“Kita juga memastikan bahwa layanan pendidikan kita baik. Institusinya kita perbaiki, kualitasnya kita perbaiki guru-gurunya juga kita perbaiki dan tidak ada lagi pungutan di sekolah,” katanya.

Selain pendidikan dan kesehatan, Pemprov Sulbar, kata SDK, tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur serta pengembangan UMKM.

Di hadapan sejumlah pejabat dan masyarakat yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi, SDK juga menyinggung tanggung jawab seorang pemimpin.

Menurutnya, pemimpin memiliki peluang besar mendapatkan kebaikan karena setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak kepada banyak orang.

“Pemimpin itu memiliki peluang lebih besar untuk masuk surga,” kata SDK.

Ia mencontohkan kebijakan Bupati Mamuju yang memberikan bantuan kepada rumah tahfidz. Menurut SDK, kebijakan yang memberikan manfaat kepada masyarakat dapat menjadi jalan kebaikan bagi seorang pemimpin.

SDK juga mengingatkan empat hal yang tidak boleh dilawan, yakni Tuhan, orang tua, guru dan penguasa. Namun, khusus penguasa, ia memberikan catatan bahwa yang dimaksud adalah pemimpin yang bijak.

Ia kemudian mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, salah satunya dengan menjaga kejujuran.

“Satu saja yang kita teladani, jujur. Sudah selamat kita dunia akhirat itu, dari banyak teladan-teladan yang dicontohkan Rasulullah, cukup satu saja, jujur,” jelasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *