Pasca Gempa, Covid19 di Sulbar Melonjak Dua Kali Lipat

Ilustrasi.

Mamuju – editorial9 – Peningkatan kasus Covid19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), pasca bencana gempa bumi magnitudo 6, 2 SR 15 Januari 2021 lalu, terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Dinkes Sulbar, pertanggall 06 Januari 2021 lalu, tercatat 2020 orang yang terkonfirmasi positif, kemudian tanggal 10 Februari 202, meningkat dua kali lipat menjadi 4.701 orang, bahkan per 19 Februari 2021 jumlahnya sudah mencapai 5.042 orang.

Bacaan Lainnya

Menurut PLT Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Didi Asran, penyebab meningkatnya angka kasus Covid19 hingga dua kali lipat tersebut ditengarai beberapa faktor.

“Adanya pengungsian dan menggejalanya masyarakat yang kurang disiplin lagi pasca gempa membuka ruang bagi meningkatnya orang yang positif corona,” ucap Didi Asran, melalui pres rilis Bidang Data, Informasi dan Humas Pos Komando Transisi Darurat, Jumat, 19/02/21.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat Sulbar, agar kembali peduli dan waspada dengan resiko tertular covid” sambungnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya akan memaksimalkan para Tenaga Kesehatan (Nakes), untuk memantau dan mengantisipasi perkembangan penyebaran Covid19 melalui pola 3 T. Testing, Tracing atau penelurusuran kontak erat dan Treatmen atau tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid19.

“Bencana ini memang memberi dampak yang luar biasa. Tetapi, kita harus tetap peduli dengan covid19 bahkan seharusnya harus lebih waspada lagi” tutupnya.

Sementara itu, Juru bicara Satgas Penanganan Covid 19 Sulbar, Safaruddin, mengaku tak terlalu kaget dengan peningkatan jumlah angka kasus Covid19.

“Meski telah dimasifkan sosialisasi, imbauan dan langkah langkah pencegahan dan penangkalan. Tetapi, suasana pasca gempa membuat potensi penyebaran virus memang semakin terbuka. Apalagi, masyarakat seakan tak lagi menggubris akan bahaya dari virus corona,” sebut Safaruddin.

Lebih lanjut ia berharap agar masyarakat mulai kembali disiplin karena situasi sudah perlahan kondusif. Sebab bagaimana pun, kalau tak ada disiplin masyarakat menerapkan protokoler kesehatan susah untuk menahan laju positiv Covid19.

“Hilangkan sikap menganggap remeh covid. Jaga keselamatan diri kita, keluarga dan orang lain. Sebelum ini bertambah parah, selain 3 T, kunci memutus mata rantai penyebaran covid adalah 3 M,” tutupnya.(Rls/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *