Mamuju – editorial9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan festival anak yang digagas oleh Yayasan Karampuang pasca gempa bumi 6,2 SR, pertengahan bulan Januari lalu.
Pelaksana Harian (PLH) Bupati Kabupaten Mamuju, Suaib, mengatakan bahwa festival anak dapat dijadikan sebagai fasilitas untuk mengembangkan potensi anak, sesuai dengan potensi masing-masing.
“Dalam membentuk anak yang kreatif dan cerdas, tidak cukup memberikan pendidikan intelektual saja, namun perlu diimbangi dengan pendidikan yang mampu mengasah kreatifitas anak” ucap Suaib saat menghadiri acara festival tersebut, di cafe Nal, Kamis, 18/02/21.
Sementara itu Ketua panitia pelaksana, Razak, mengungkapkan bahwa sebelum dilaksanakan festival anak yang terdampak gempa 6.2 SR pada tanggal 15 Januari 2021 lalu, pihaknya telah melakukan pendampingan layanan psikososial di 10 titik posko pengungsian di Kabupaten Mamuju dan selanjutnya dilakukan intervensi di 5 titik.
“Kegiatan festival anak yang dilaksanakan hari ini, merupakan puncak acara dari kegiatan pendampingan yang dilaksanakan Yayasan Karampuang di lima titik intervensi,” ungkap Razak.
Di tempat yang sama, Direktur Yayasan Karampuang, Ija Syahruni, menuturkan bahwa dengan adanya dukungan layanan psikosial yang dilakukan Yayasan Karampuang, dinilai akan mampu membangkitkan kembali rasa percaya diri terhadap anak.
“Dengan terlaksananya kegiatan ini, kami berharap kepada pemerintah agar terus memberikan dukungan, sehingga bisa menambah wilayah intervensi,” tutur Ija.
Untuk diketahui, hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Nuryamin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berenca Provinsi Sulawesi Barat, Jamilah Haruna, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mamuju Sahari Bulan, beberapa Kepala Desa intervensi dan anak dampingan dari lima titik Intervensi.(Diskominfosandi)






