Pemkab Mamuju Ingin Sinergitas Dengan DPD RI Tak Hanya di Aspek Fisik

Serah terima profosal, oleh Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi deng Ketua DPD RI La Nyalla.(Dok : Humas Pemkab Mamuju)

Mamuju – editorial9 – Bupati Kabupaten Mamuju, Sutinah Suhardi, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua DPD RI Dr. (HC) Ir. La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), Dra. Hj. RA.Yani Kuswodidjoyo, di Mamuju, 30/05/21.

Diketahui, kedatangan La Nyalla, selain dalam rangka silaturahmi agenda tersebut sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) I Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) di Sumedang, September 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, mengungkapkan rasa terimakasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai bahwa Kunker itu, merupakan kehormatan besar bagi dirinya pribadi.

“Saya sangat berkeinginan sinergitas yang akan kita bangun nantinya tidak hanya menyentuh pada aspek fisik, melainkan juga harus berorientasi pada pengembangan non materil, yang berkaitan dengan pola pikir dan kebiasaan masyarakat sehingga kearifan lokal dan khasanah budaya dapat kita pertahankan,” ucap Sutinah.

Menurutnya, generasi muda khususnya di Kabupaten Mamuju saat ini lebih senang berlama-lama menghafalkan gerakan aplikasi tiktok daripada mempelajari tarian tradisional atau lebih buruk lagi lebih memilih budaya kebarat-baratan, ketimbang harus belajar tutur bahasa daerah.

“Hal ini, sedikit banyak akan mengikis kearifan lokal yang menjadi kekayaan bangsa kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI, La Nyalla, menjelaskan bahwa keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak akan bisa dilepaskan dari peranan kerajaan-kerajaan, yang tersebar di seluruh Indonesia.

“DPD RI berencana menggelar pertemuan raja dan Sultan se-Nusantara, untuk menyuarakan kepentingan dan eksistensi kerajaan nusantara, sebagai bagian dari penguat dan pengikat nilai kebudayaan dan sejarah kelahiran Indonesia,” jelas La Nyalla.

Di tempat yang sama, putra mahkota Raja Mamuju, Bau Akram Dai, menuturkan bahwa Mandar bukan hanya semata etnis. Tapi wilayah Paku hingga Suremana. Mamuju adalah salah satu dari tujuh kerajaan dalam Pitu Baqbana Binanga di jazirah Mandar.

Lebih lanjut, ia mengutip sebuah pepatah Mamuju tentang budaya siriq atau malu.

“Aplikasinya, semua permasalahan di masyarakat yang berkaitan dengan siriq dapat kita selesaikan dengan menjalin sinergi. Kita malu jika angka kemiskinan, stunting dan pendidikan kita masih buruk,” tutur Bau Akram Dai.

Untuk diketahui, acara ini juga diisi dengan penyerahan cindramata dari putera mahkota kerajaan Mamuju, pada Ketua DPD RI berupa keris dan piagam penghargaan, dilanjutkan dengan penyerahan proposal revitalisasi dan pemeliharaan sarana serta prasarana kawasan rumah adat hingga makam raja-raja di Mamuju Tahun Anggaran (TA) 2021. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *