Pemkab Mamuju Siapkan Layanan Kesehatan Bagi Pengungsi 

Dari kiri : Dandim Mamuju, Wakil Bupati Kabupaten Mamuju dan Kapolresta Mamuju, digelaran prescon Forkopimda Mamuju, terkait penanganan bencana gempa, beberapa waktu lalu.

Mamuju – editorial9 – Pemerintah Kabupaten Mamuju, dipastikan siap memberikan pelayanan kesehatan, bagi warganya yang saat ini berada di lokasi pengungsian, pasca gempa magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Mamuju, beberapa waktu lalu.

Ketua Tim penanganan bencana Pemkab Mamuju, Suaib, mengatakan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, pihaknya telah berkoordinasi dengan dengan PSC.

Bacaan Lainnya

“PSC sudah kami siapkan, dokter sudah kami siapkan. Olehnya itu, saya minta kepada masyarakat khusus untuk kesehatan, menghubungi PSC,” ucap Suaib, saat gelaran pres konference jajaran Forkopimda, di Makodim Mamuju, Minggu, 17/01/21.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah juga telah mendirikan posko pengungsian untuk warganya di Lapangan Ahmad Kirang.

“Sehingga bantuan-bantuan yang masuk ke Kabupaten Mamuju, insya Allah kita siap menyalurkan,” ungkapnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari, menerangkan bahwa informasi tentang adanya gempa susulan berkekuatan besar dari sebelumnya dan tsunami, itu tidak pernah disampaikan BMKG.

“Untuk potensi memang ada, kami tadi pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Sekda, menghadap ke kepala BMKG yang ada di Provinsi, menyampaikan ke seluruh masyarakat dan Forkopimda, potensi untuk gempa susulan itu sudah pasti ada,” terangnya.

Sementara untuk bencana tsunami, kata Irwan Pababari, baru dapat diprediksi jika terjadi gempa susulan yang kekuatannya di atas 6 SR.

“Nah untuk itu, diharapkan kepada masyarakat, untuk sementara waktu yang paling terpenting adalah mereka jangan tidur di dalam rumah atau di dalam gedung, apalagi gedung itu sudah mengalami keretakan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa jika terjadi gempa di atas 6 skala richter atau dirasakan sama dengan gempa yang terjadi di Tanggal 14 dan 15 Januari 2021 lalu, maka masyarakat diperbolehkan mengambil tindakan sendiri tanpa menunggu adanya informasi dari BMKG, untuk mencari lokasi dataran tinggi.

“Tapi diharapkan, jangan mencari tebing yang curam, karena dikhawatirkan juga terjadi longsoran untuk itu mencari tempat yang tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut menuturkan, bahwa Forkopimda Kabupaten Mamuju juga, telah menetapkan titik pengungsian yang aman di dalam kota Mamuju, yakni di Kalubibing tepatnya di Kompleks Mapolda, Kompleks Rujab Kapolda, Kompleks RSUD, Stadion, Kantor Daerah, areal Kantor KPU Provinsi, di Areal pintu gerbang Pati’di, wilayah Kantor Gubernur Sulbar dan Rujab Gubernur dan Rujab Ketua DPRD Provinsi, dan wilayah sekitar mercusuar.

“Tempat-tempat ini cukup aman, ditambah daerah-daerah yang memiliki ketinggian di sekitar wilayah rumah masyarakat di dalam kota Mamuju ini. Tempat-tempat ini dianggap aman jika terjadi tsunami,” tutupnya.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *