Pemprov Sulbar Akan Relokasi Warga di Dusun Ga’de

  • Whatsapp
Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar di dampingi Wakil Ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah, saat meninjau langsung pemukiman warga di Dusun Ga'de, yang terdampak abrasi pantai.

Polman – editorial9 – Gubernur Sulbar Alibaal Masdar (ABM), bersama Wakil Ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah serta unsur Forkopimda dan Pimpinan OPD, meninjau langsung pemukiman warga yang terdampak ancaman abrasi pantai, di Dusun Ga’de Desa Tangnga – tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, Sabtu, 09/01/20.

Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar, mengatakan setelah melakukan peninjauan dan mendengarkan langsung dampak abrasi pantai yang dialami oleh sekitar 50 an warga setempat, salah satu cara yang tepat agar tidak terjadi kondisi berulang, adalah relokasi.

Bacaan Lainnya

“Tadi kita sudah melihat lokasi abrasi pantai itu memang kondisinya padat. Untuk penganganan awal akan dipindahkan ke ke lokasi yang lebih aman,” ucap ABM.

Selain itu ia menambahkan, bahwa pihaknya selaku pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, akan memberikan perhatian khusus, terhadap masalah tersebut dengan membangun tanggul pemecah ombak dan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penataan.

“Kita akan tetap memperbaiki tanggul yang rusak dan juga lokasi yang rusak,”tambahnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Sulbar, Usman Suhuriah, menjelaskan secara tehknis tempat tersebut, membutuhkan perbaikan tanggul penahan ombak, agar warga yang bermukim tidak terus terancam banjir pasang, terutama saat musim angin barat.

“Warga yang bermukim di situ terus-menerus terancam banjir pasang, apalagi saat musin angin barat. Makanya, di tempat itu dibutuhkan perbaikan tanggul penahan ombak yang pernah ada disitu,” jelas Usman Suhuriah.

“Saya sepakat, dengan wacana relokasi serta perbaikan tanggul pemecah ombak. Dengan begitu warga yang bermukim di tempat tersebut tidak terus terancam banjir pasang,” sambu Usman.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, yang terdampak abrasi, Maryani, menuturkan ancaman abarasi yang mengancam rumahnya bersama warga lainya, telah berlangsung sejak 10 tahun. Ia pun berharap pada pemerintah, agar segera melakukan penanganan sehingga aman dari dampak abrasi.

“Kalau air naik pak, sampai ke dalam rumah. Dan kami sudah terbiasa. Bahkan, sudah ada dua rumah warga yang hancur karena hantaman ombak,” tutur Maryani. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *