Pengeroyoknya Tak Kunjung Ditahan, Ibu Bhayangkari Sesalkan Sikap Polda Sulbar

  • Whatsapp
Hj.Siar didampingi oleh keluarganya, Abdillah, saat melakukan presconfrence.(Dok:MP)

Mamuju – editorial9 – Seorang Ibu Bhayangkari, HJ.Syamsiar (Hj.Siar) Polresta Mamuju, mempertanyakan ketegasan Polda Sulbar, lantaran pelaku kasus pengeroyokan terhadap dirinya di Tahun 2020 lalu, hingga kini belum juga ditahan.

Sebagaimana diketahui, peristiwa pengeroyokan terhadap Hj.Siar, pada 01 November 2020 lalu itu, terjadi di depan Rujab Wakil Bupati, Jl Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju dan sempat viral di Media Sosial (Medsos) itu, telah dilaporkan ke Polda Sulbar.

Bacaan Lainnya

Hj.Siar, mengaku sudah cukup bersabar mengikuti proses hukum, kurang lebih enam bulan terakhir, karena ia mengikuti aturan sebagai salah seorang ibu bhayangkari serta telah berulangkali menghadap ke Polda Sulbar, guna menindaklanjuti progres laporannya, termasuk mempertanyakan surat tanda terima laporan, yang hingga kini tak kunjung diberikan.

“Saya tanyakan, saya disuruh bersabar-bersabar, sampai pihak polisi mengatakan insya Allah sudah Pilkada baru kita adakan penahanan, sehingga saya tenang lagi, tapi sampai saat ini tidak ada penahanan. Ada apa pihak kepolisian, saya sangat sesalkan penegak hukum, sampai saat ini tidak melakukan penahanan, sedangkan penegak hukum menjanjikan saya akan ada penahanan, ucap Hj.Siar, saat presconfrence, di salah satu Warkop di Mamuju, Jumat, 16/04/21.

Menurutnya, atas kasus pengeroyokan terhadap dirinya itu, ia telah melaporkan Lima orang terduga pelaku ke Polda Sulbar, dan pihak kepolisian pun telah menetapkan 5 orang tersangka.

“Sudah di P21 dari kejaksaan, tapi belum melakukan penahanan,” ungkapnya.

Hj.Siar juga membeberkan, bahwa rencananya kasus pengeroyokan terhadap dirinya itu akan dilimpahkan pada Rabu mendatang.

“Katanya jaksa saya sibuk, saya tuntut disini berikan keadilan buat saya, karena saya ibu bhayangkari,” bebernya.

Selama ini, kata Hj.Siar, ia sudah cukup bersabar menjalani proses hukum, karena ia dijanjikan oleh pihak kepolisian akan melakukan penahanan tersangka pengeroyokan terhadap dirinya.

“Ada beberapa oknum Polisi, yang menjanjikan saya untuk melakukan penahanan, sampai saat ini tidak ada penahanan, ada apa, saya ini keluarga besar polisi, saya seorang bayangkari, tapi tidak ada dilakukan penahanan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang keluarga Hj.Siar, Abdillah, mensinyalir terdapat oknum kepolisian yang menerima sesuatu hal dari para tersangka.

“Kalau tidak ada proses yang berlaku, kami mensinyalir bahwa ada kong kalikong, antara tersangka dengan oknum kepolisian, karena sampai hari ini tidak ada kejelasan sedikit pun yang terjadi,” kata Abdillah.

“Kalau ada, mungkin bisa dipanggil atau disampaikan ke korban atau ke kami pihak yang mendampingi,” sambungnya.

Abdillah juga berencana, akan membawa kasus itu, ke Komnas perlindungan perempuan, karena ia menilai masalah tersebut sangat tidak etis, apalagi kekerasan yang dialami oleh Hj.Siar, disaksikan langsung oleh publik, sehingga dinilai akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan mental korban.

“Kita juga sebenarnya, butuh pendampingan dari Komnas perlindungan perempuan, untuk segera mendampingi, karena korban sebenarnya mendapat tekanan psikis kemudian tekanan mental, karena video kejadian yang beredar luas itu memperlihatkan sesuatu hal yang tidak etis,” tutupnya.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *