PKB Sulbar Dikukuhkan, Nihayatul Tekankan Kerja Nyata

Wakil Ketua DPP PKB Nihayatul Wafiroh melantik dan mengambil sumpah pengurus DPW PKB Sulawesi Barat di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Kamis (12/2/2026). (dok. Luk)

POLMAN – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Barat resmi dikukuhkan di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Kamis (12/2/2026). Prosesi pengambilan sumpah dilakukan langsung Wakil Ketua DPP PKB, Nihayatul Wafiroh.

Ketua Tanfidziah DPW PKB Mamuju, KH Syibli Sahabuddin, dalam sambutannya mengutip Syekh Ibnu Atha’illah. Ia menyebut jalan menuju Tuhan itu sebanyak nafas manusia, dan bagi PKB politik adalah salah satu jalan menuju Tuhan.

Bacaan Lainnya

Menurut Syibli, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan ruang pengabdian untuk membela kepentingan rakyat.

“Di dalam politik ada amanah besar. PKB tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus hadir melayani dan bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia bahkan menegaskan, siapa pun yang sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat, menurutnya, memiliki semangat yang sama dengan PKB.

“Kalau ada seperti itu dari partai manapun dia, bagi saya dia adalah PKB,” katanya.

Sementara itu, Nihayatul menyoroti situasi global yang dinilainya tengah tidak menentu. Ia menyebut ekonomi dunia bergejolak, konflik terjadi di berbagai kawasan, dan perubahan berlangsung cepat.

Indonesia, kata dia, relatif stabil. Namun rakyat tidak cukup hanya dengan stabilitas.

“Rakyat ingin hidup yang lebih pasti, lebih adil, dan lebih bermartabat. Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh biasa-biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi,” ujar Nihayatul, mengutip pernyataan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.

Ia menegaskan, PKB harus menjadi solusi nyata bagi persoalan bangsa. Untuk itu, partai membutuhkan kader yang mampu berpikir melampaui momentum Pemilu, tetapi tetap siap bekerja keras memenangkan kontestasi politik.

“Visi partai harus panjang. Tapi langkah di lapangan harus konkret dan terukur. Ideologi harus diperjuangkan sampai ikut menentukan kebijakan,” tegasnya.

Nihayatul juga mengingatkan agar kepengurusan tidak hanya lengkap secara administratif. Setiap pengurus harus memiliki tugas yang jelas dan program yang memiliki ukuran keberhasilan.

“Kalau struktur lengkap tapi tidak bergerak, itu bukan organisasi. Itu hanya sekadar katalog,” katanya.

Menurutnya, PKB tidak bisa hanya digerakkan oleh elit. Struktur partai harus hidup hingga tingkat bawah dan hadir di tengah persoalan masyarakat.

“Pengurus PKB harus dikenal bukan karena baliho dan spanduk semata, tetapi karena kehadiran yang nyata saat rakyat membutuhkan. Melayani rakyat bukan kegiatan tambahan, itu inti kerja Partai Kebangkitan Bangsa,” pungkasnya.(Luk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *