Program MARASA Tahun 2020, Pemprov Sulbar Kucurkan Anggaran 38 Miliar ke 190 Desa  

  • Whatsapp
Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar, sambutan di acara FGD Program MARASA Tahun 2020.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, menggelar Forum Grup Discussion (FGD) program Mandiri , Cerdas, Sehat  (MARASA) Tahun 2020, di Auditorium Lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 23 /11/20.

Dalam kesempatnnya Gubernur Sulbar Alibaal Masdar (ABM), menjelaskan bahwa program MARASA diharapkan dapat menjadi sebuah model pembelajaran desa dalam perencanaan program atau kegiatan desa berbasis pada data yang ada di desa dan tata kelola pemerintahan serta pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, baik dengan melihat potensi dan produk unggulan yang ada di desa, serta permasalahan yang dihadapi oleh desa itu sendiri.

Bacaan Lainnya

“Melalui program Marasa , di tahun pertama 2019, dengan mensasar  72 desa, yang masih masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal, diberikan bantuan keuangan khusus sebesar Rp21,5 miliar melalui APBD Provinsi Sulbar. Di tahun 2020, diarahkan kepada 190 desa lokus dengan total anggaran Rp. 38 miliar, dimana setiap lokus mendapat alokasi anggran sebesar Rp 200 juta,”jelas ABM.

Selain itu, ABM juga mengungkapkan, bahwa MARASA merupakan salah satu program dalam RPJMD Provinsi Sulbar 2017-2022, yang bertujuan untuk dapat mengubah status desa, dari desa sangat tertinggal menjadi desa berkembang atau bahkan maju mandiri.

“Program ini diharapkan bisa memberi perubahan kepada peningkatan ekonomi masyarakat, berkembangnya potensi desan serta dapat mengurangi angka kemiskinan di Sulbar,”ungkapnya.

“Saya berharap ada dukungan, khususnya dari pemkab se-Sulbar untuk bisa lebih memberikan support, sehingga program ini, betul-betul optimal pemanfaatannya bagi masyarakat yang ada di enam kabupaten,”sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulbar,  Muh. Jaun menyampaikan,  program ini digulirkan pada tahun 2019, dengan menyasar 72 desa tertinggal dari 575 desa dengan kondisi pada saat itu terdapat 437 desa atau 76 % masih dalam status tertinggal dan sangat tertinggal.

“Berdasarkan data indeks desa membangun, ditahun 2018 dari hasil evaluasi program pada tahun 2019 dengan memanfaatkan bantuan keuangan khusus Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp. 21,5 milyar, pada implementasi dalam dua kegiatan pokok yaitu pembangunan sarana dan prasarana Desa sebesar 16,07 miliar dan sarana prasarana mencakup kegiatan ekonomi, kesehatan, pemukiman, pertanian, pendidikan, informasi dan publikasi. Allhamdulillah, pemanfaatan program 2019 dalam peningkatan angka 1 tahun 2020 ini,” bebernya.

Lebih lanjut, Jaun juga menurutrkan bahwa pihaknya tidak dapat memungkiri, masih terdapat beberapa kelemahan-kelemahan dalam pengimplementasian program MARASA di Tahun 2019.

“Hingga tahun 2020 ini, telah dilakukan penyempurnaan kesempurnaan utamanya terkait dalam hal perencanaan dan tata kelola dalam pelaksanaan program-program melalui bantuan keuangan kepada desa,” tutupnya.(Farid/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *