Langgar Prokes Turnamen Game Online Dibubarkan Paksa Polisi 

  • Whatsapp
Suasana turnamen game online free fire, yang dibubarkan paksa petugas.(Dok : Ist)

Majene – editorial9 – Sebuah turnamen game online free fire, yang berlangsung  di Gedung Assamalewuang, Lingkungan Battayang, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, dibubarkan oleh personil gabungan Polres Majene dan Satpol PP, Senin, 23/11/20.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Majene, AKP Ujang Saputra, mengatakan bahwa alasan sehingga pihaknya membubarkan paksa turnamen tersebut, lantaran tidak memiliki izin pelaksanaan kegiatan yang dikeluarkan oleh kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Yang kedua, di dalamnya juga melanggar protokol kesehatan, tidak ada jarak makanya dibubarkan,” AKP Ujang Saputra, yang memimpin langsung agenda pembubaran itu.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa berdasarkan aturan atau ketentuan yang berlaku,  setiap kegiatan yang jika mengundang keramaian, harusnya ada rekomendasi dari tim gugus tugas Covid19.

“Bahkan izin dari pihak Polres pun tak ada, makanya dibubarkan. Intinya, harus ada izin keramaian dan betul-betul harus mematuhi prokes jika mengundang keramaian,”tegasnya.

AKP Ujang Saputra, juga menjelaskan bahwa menurut keterangan panitia, kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiatif anggota komunitas game online yang ada di Lingkungan Pangali – Ali “Tj Fams Gaming”, dan kegiatan tersebut tidak memiliki sponspor dari luar murni kegiatan dibiaya dari retribusi para peserta.

“Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku tidak tahu mekanisme perizinan yang ada. Hanya saja, kegiatan ini telah disampaikan kepada kepala lingkungan setempat sehingga diberikan pembinaan dan bimbingan mengingat situasi pandemi Covid19,”jelasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut cukup banyak yakni 96 tim, dengan  berganggotakan 4 orang per tim dan berasal dari kota atau kabupaten berbeda seperti Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman.

“Hadiah pun cukup menggiurkan dengan rincian Juara 1 : Rp. 3.000.000, Juara 2 : Rp. 2.400.000, Juara 3 : Rp. 1.500.000, Juara 4-12 : Rp. 100.000 dan Mostkill : Rp. 200.000. Sementara itu, peralatan yang digunakan cukup sederhana yaitu menggunakan Infocus dan laptop,” tutupnya.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *