MATENG — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka memaparkan empat pilar utama kemajuan daerah saat melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Hidayah, Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng), Senin (23/2/2026) malam.
Safari Ramadan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian pesan pembangunan kepada masyarakat. Di hadapan jamaah, Suhardi Duka menegaskan bahwa keberlanjutan dan kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang berkeadilan serta terjaganya harmoni sosial.
Ia menjelaskan, pilar pertama adalah kasih sayang dan kepedulian pemimpin terhadap rakyat. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat akan menumbuhkan kepercayaan dan optimisme publik.
“Perhatian itu harus diwujudkan melalui kebijakan nyata, seperti pembangunan sekolah, pemberian beasiswa, dan perluasan akses pendidikan agar semua anak, termasuk dari keluarga kurang mampu, bisa bersekolah,” ujar Suhardi Duka.
Selain sektor pendidikan, pemerintah daerah juga memastikan akses layanan kesehatan yang merata melalui penyediaan rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, serta ketersediaan obat-obatan.
Pilar kedua, lanjut Suhardi Duka, adalah peran ulama dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat. Hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah dinilai penting untuk membangun moral sosial serta mencegah berbagai persoalan, termasuk penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
“Kedekatan pemimpin dengan ulama merupakan salah satu ciri masyarakat yang kuat dan terarah,” katanya.
Pilar ketiga adalah kepedulian sosial dari kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi. Ia menekankan pentingnya zakat, sedekah, serta kepatuhan membayar pajak sebagai instrumen menjaga keseimbangan sosial.
“Kesejahteraan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kontribusi masyarakat mampu dalam membantu kelompok rentan,” ujarnya.
Adapun pilar keempat, menurut Suhardi Duka, adalah tegaknya keadilan dan supremasi hukum tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang adil dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan rasa aman dan kepastian di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulbar juga memaparkan kondisi fiskal daerah yang berdampak pada penyesuaian anggaran pembangunan, termasuk infrastruktur jalan di Mamuju Tengah. Meski terdapat efisiensi anggaran, pemerintah tetap berupaya melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Yang terpenting adalah menempatkan anggaran secara tepat agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Suhardi Duka turut menyinggung sektor kelapa sawit sebagai komoditas utama perekonomian daerah. Ia optimistis harga sawit akan tetap stabil di kisaran Rp 2.500 hingga Rp 3.500 per kilogram dalam satu dekade ke depan seiring terbukanya kembali akses ekspor ke sejumlah negara.
Safari Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama dan ajakan kepada masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan, optimisme, serta semangat membangun demi kemajuan Sulawesi Barat.(*)






