Mamuju – editorial9 – Lebih sepekan masyarakat yang terdampak gempa magnitudo 6,2 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat 15 Januari 2021 lalu, khususnya di Kabupaten Majene dan Mamuju mendiami tenda – tenda pengungsian.
Terkait hal tersebut, Juru bicara Stagas penanganan bencana Provinsi Sulawesi Barat, menghimbau agar masyarakat yang kini berada di lokasi pengungsian, agar sekiranya kembali kerumah masing-masing.
“Untuk informasi awal, masyarakat sekarang sudah bisa kembali ke rumah masing-masing, tetapi tetap waspada,” ucap M.Nasir, kepada wartawan, di Mamuju, Sabtu, 23/01/21,
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dari hasil perkiraan tim yang bekerja di lapangan, diprediksi untuk gelombang tsunami, kemungkinan tidak akan terjadi.
“Tetapi kata ini, secara lengkap akan disampaikan oleh BMKG dan BNPB, pasca tanggap darurat,” ungkapnya.
“Ini baru informasi awal, sehingga masyarakat bisa bersiap-siap untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing dan tetap waspada dan tetap bermalam di luar rumah, apalagi rumah-rumah yang mengalami keretakan saat gempa,” sambungnya.
M.Nasir juga menjelaskan, bahwa berdasarkan penjelasan dari Deputi bidang rehabilitasi dan resposisi BNPB, masa tanggap darurat bencana di Sulbar diperpanjang selama Dua Minggu kedepan.
“Tetapi untuk Satu Minggu kedepannya yang pertama, sudah ditandatangani oleh Bapak Gubernur,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap pada masyarakat yang saat ini mendiami lokasi pengungsian, agar tetap bersabar, tabah dan ke rumah masing-masing untuk beraktivitas kembali, namun tetap waspada.
“Kita berharap, masyarakat agar tidak menerima informasi – informasi yang tidak jelas yang bersifat hoax, yang bisa menimbulkan kepanikan secara berlebihan,” tutupnya.(MP)






