JAKARTA — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bertemu dengan mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Pertemuan hangat lintas generasi ini menjadi simbol kuat kesinambungan arah pembangunan Sulawesi Barat.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka duduk satu meja dengan mantan Gubernur Sulbar periode 2006–2016, H. Anwar Adnan Saleh, yang akrab disapa AAS. Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Sulbar Dr. Junda Maulana, mantan Sekretaris Provinsi Sulbar Dr. Muhammad Idris DP, serta Abdul Jawas Ghani dari tim SDK–JSM.
Bincang ringan tersebut bukan sekadar temu kangen antar tokoh daerah. Lebih dari itu, pertemuan ini memancarkan pesan kuat tentang pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan pembangunan di Sulawesi Barat.
Anwar Adnan Saleh dikenal luas sebagai sosok yang meletakkan fondasi awal pembangunan Sulbar sejak daerah ini berdiri. Di masa kepemimpinannya, infrastruktur dasar dibangun dan sektor pertanian diperkuat sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Fondasi itulah yang kini dilanjutkan oleh Suhardi Duka dengan pendekatan kolaboratif dan inklusif. SDK, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya merangkul seluruh elemen masyarakat demi mempercepat terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
“Semua gubernur dan pemimpin sebelumnya bekerja dengan baik. Yang bagus kita teruskan, yang belum baik kita perbaiki agar menjadi lebih baik,” ujar Suhardi Duka dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh terputus oleh perbedaan periode kepemimpinan. Justru, kesinambungan dan saling menghormati antar pemimpin menjadi kunci agar pembangunan berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Pertemuan lintas generasi ini juga menjadi penanda bahwa arah pembangunan Sulawesi Barat dibangun di atas sinergi, bukan rivalitas. Masa lalu dan masa kini bertemu, menyatukan pengalaman dan semangat untuk masa depan daerah.
Dari Jakarta, pesan yang mengalir ke Sulawesi Barat jelas: pembangunan daerah adalah estafet panjang yang harus dijalankan bersama, dengan menghormati jejak para pendahulu demi masa depan yang lebih maju dan sejahtera.(*)






