MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menghadiri malam ramah tamah peringatan HUT ke-8 Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju, Kamis (30/10/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas pengabdian TNI AL yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Suhardi Duka mengatakan, usia delapan tahun Lanal Mamuju menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan awal berdirinya pangkalan tersebut. Ia mengingat betul lokasi Lanal Mamuju saat ini merupakan tempat yang ia tunjukkan langsung kepada Kepala Staf Angkatan Laut ketika masih menjabat sebagai Bupati Mamuju.
“Awalnya saya ingin Lanal dibangun di Kalukku, tapi setelah meninjau beberapa titik, akhirnya saya tunjukkan lokasi ini. Saya bilang pasti cocok, dan ternyata benar, di sinilah Lanal berdiri,” ujar Suhardi mengenang.
Ia juga menyinggung prestasi membanggakan TNI Angkatan Laut di kancah internasional. Salah satunya keberhasilan Indonesia membebaskan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia pada 2011 tanpa membayar tebusan.
“Indonesia satu-satunya negara yang berani dan berhasil membebaskan kapal yang dibajak tanpa memenuhi tuntutan perompak. Sejak saat itu, negara lain mulai berani melawan bajak laut Somalia. Ini bukti TNI AL kita tangguh dan disegani,” ucapnya.
Menurut Suhardi Duka, TNI Angkatan Laut bukan hanya penjaga laut, tetapi juga jangkar persatuan bangsa. Ia pun berharap keberadaan Lanal Mamuju dapat terus diperkuat dan ditingkatkan statusnya.
“Saya berharap Lanal Mamuju dinaikkan derajatnya, kalau bisa dipimpin oleh perwira bintang satu atau minimal Kolonel. Pemprov siap membantu agar TNI Angkatan Laut di Sulawesi Barat semakin besar dan kuat,” tegasnya.
Suhardi menambahkan, lahan markas Lanal Mamuju sudah memadai dan siap untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung, termasuk asrama prajurit. Ia menutup sambutannya dengan ucapan selamat ulang tahun bagi seluruh jajaran Lanal Mamuju.
“Selamat ulang tahun ke-8 untuk Lanal Mamuju. Semoga semakin jaya, profesional, dan menjadi kebanggaan rakyat Sulawesi Barat serta Indonesia,” kata Suhardi Duka.(*)






