MAMUJU, editorial9.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana mendorong penguatan pelayanan kesehatan jiwa di Sulawesi Barat, menyusul banyaknya pasien gangguan jiwa yang berada pada kelompok usia produktif.
Dorongan tersebut disampaikan Junda saat memimpin rapat koordinasi terkait penguatan pelayanan kesehatan jiwa di ruang kerja Sekda Sulbar, Rabu (16/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Habibi Azis, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar dr. Nursyamsi Rahim, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Putri Anindy, Psikiater RSUD Provinsi Sulawesi Barat dr. Otto Parandangi, Sp.KJ, serta jajaran terkait.
Dalam rapat tersebut, dr. Otto mengungkapkan pasien yang mendapatkan pelayanan di Poli Jiwa RSUD Provinsi Sulawesi Barat didominasi kelompok usia produktif, yakni sekitar 18 hingga 40 tahun.
Menurutnya, gangguan kesehatan jiwa dapat dipengaruhi berbagai faktor atau bersifat multifaktorial. Faktor tersebut antara lain stigma, pengalaman kehilangan, lingkungan dan kondisi kehidupan, hingga faktor genetik.
Junda mengatakan persoalan kesehatan jiwa perlu mendapat perhatian pemerintah karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial.
“Permasalahan kesehatan jiwa menjadi perhatian bagi pemerintah, sehingga perlu dilakukan beberapa hal yang dapat mendukung pelaksanaan layanan jiwa,” ujar Junda.
Sementara itu, Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim menilai penguatan pelayanan kesehatan jiwa tidak cukup hanya mengandalkan layanan kuratif di fasilitas kesehatan.
Menurutnya, upaya promotif dan preventif perlu diperkuat sejak tingkat pelayanan kesehatan primer hingga komunitas. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh informasi, dukungan, dan akses layanan kesehatan jiwa sejak dini.
“Penguatan kesehatan jiwa membutuhkan kolaborasi dan pendekatan yang menyeluruh. Upaya promotif dan preventif perlu diperkuat agar masyarakat mendapatkan informasi, dukungan, serta akses pelayanan yang tepat sejak dini,” kata Nursyamsi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui DKPPKB, selanjutnya mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa. Penguatan tersebut, diarahkan agar layanan kesehatan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok usia produktif.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulbar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pembangunan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.(*)






