MAKASSAR, editorial9.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, memberikan penguatan terhadap implementasi inovasi GARATTA TBC (Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis) dalam Ujian Seminar dan Pameran Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Rabu (29/7/2026).
GARATTA TBC merupakan proyek perubahan yang digagas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, sebagai inovasi untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam arahannya, Junda Maulana menegaskan bahwa inovasi di bidang kesehatan harus mampu menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat dengan pendekatan yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan.
Menurutnya, GARATTA TBC menjadi contoh inovasi yang mengintegrasikan peran pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, hingga masyarakat dalam mempercepat penemuan kasus, investigasi kontak, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
“Program seperti GARATTA TBC harus terus diperkuat karena menghadirkan solusi nyata dalam percepatan penanganan Tuberkulosis. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Barat,” ujar Junda Maulana.
Sementara itu, Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan GARATTA TBC lahir sebagai bentuk transformasi pelayanan kesehatan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam upaya eliminasi tuberkulosis.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut melibatkan puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan cakupan investigasi kontak, serta memperluas pemberian TPT bagi kelompok berisiko.
“GARATTA TBC bukan hanya sebuah inovasi, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis di Sulawesi Barat. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target penanggulangan TBC dapat dicapai lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap dr. Nursyamsi.
Implementasi GARATTA TBC juga disebut sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui layanan kesehatan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Seminar dan pameran proyek perubahan PKN Tingkat II tersebut, menjadi ajang memperkenalkan berbagai inovasi yang diharapkan dapat direplikasi, untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.(*)






