Soal Jenazah yang Ditandu, Ini Penjelasan Kapus Campalagian

  • Whatsapp
Sekelompok warga, saat menandu jenazah almarhum Darwis, Minggu, 18/09/22.

Polman – editorial9 – Kepala Puskesmas (Kapus) Campalagian Hj. Ramlah, S.Kep. NS, angkat bicara terkait viralnya video jenazah, yang ditandu lantaran tidak mendapat pelayanan mobil ambulance.

Diketahui, jenazah bernama Darwis (67), warga Labuang, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kejadian tersebut bukanlah suatu hal yang disengaja, melainkan pada hari sama tepatnya Minggu 18/09/22 itu, terdapat pula pasien emergency dan harus dirujuk ke RSUD.

“Kan sebenarnya ada dua pasien yang mau dirujuk, cuma yang satunya meninggal, terpaksa didahulukan pasien yang satunya untuk dirujuk, karena saturasinya menurun,” ucap Hj. Ramlah, S.Kep. NS, via telepon, Selasa,20/09/22.

Selain itu ia menambahkan, bahwa pihaknya juga telah berupaya mencari mobil ambulance, usai mendapat informasi dari Lurah, tentang adanya seorang pasien yang meninggal dunia.

“Saya menelpon ambulance yayasan religi.Pada saat saya telpon, armada pengankut jenazah tersebut sedang berada di Makassar,” tambahnya.

Tak ada hasil, ia kembali berkoordinasi dengan seluruh Kepala Puskemas se Kabupaten Polman dan meminta untuk dibantu mobil ambulance.

“Dengan harapan, semoga ada armada baik itu rumah ibadah, maupun milik pihak swasta, sekalipun itu harus dibayar, namun tidak juga ada hasil,” terangnya.

Kata Hj. Ramlah, ia juga menghubungi Kades Laliko via telepon dan meminta agar menyampaikan ke pihak keluarga almarhum Darwis, untuk bersabar menunggu mobil ambulance, yang sebelumnya mengantarkan pasien rujukan ke RSUD.

“Saya sudah berusaha, namun tidak ada yang bisa membantu kami. Pak desanya juga agak kecewa, karena kita sudah sama-sama mencari, tapi kok justru ditandu,” katanya.

“Mobil pickup yang sempat dibantukan oleh pak desa Laliko, akhirnya mengangkut jenazah tersebut di separuh jalan. Jadi jenazah itu tidak ditandu sampai ke rumah duka,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia juga telah menghimbau kepada seluruh jajarannya, untuk tidak merespon postingan-postingan di Media Sosial (Medsos).

“Sekalipun orang-orang berkomentar, karena pada kenyataannya mereka (netizen), tidak mengetahui persoalan. Jadi, saya sudah berusaha, sesuai dengan Tupoksiku,”tutupnya. (Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *