Tak Disebut Saat Deklarasi, Apa Kabar Program Mamuju Mapaccing (?)

  • Whatsapp
Bupati Mamuju, Habsi Wahid. (Dok : MP)

Mamuju – editorial9 – Deklarasi pasangan Habsi-Irwan hari Minggu lalu masih menyisakan tanya, salah satunya program Mamuju Mapaccing yang jadi kebanggaan keduanya sama sekali tidak pernah disebut.

Publik bertanya, karena hingga akhir deklarasi yang digelar di Ballroom Grand Maleo Hotel baik Habsi Wahid maupun wakilnya Irwan SP Pababari, tidak pernah menyinggung sedikit pun keberhasilan atau kekurangan program Mamuju Mapaccing.

Bacaan Lainnya

Padahal, Mamuju Mapaccing menjadi program unggulan di awal-awal periode Habsi-Irwan, bahkan saking diunggulkan, pihaknya membuat tugu Mamuju Mapaccing, di simpan lima kota Mamuju.

Dikutip dari Antara Senin, 29 Februari 2016, Habsi berujar agar gerakan tersebut nantinya bukan hanya seremonial belaka, namun ia berencana akan menuangkan dalam bentuk Peraturan Bupati, yang mengatur tentang kebersihan dan sampah agar masyarakat dan seluruh stakeholder bisa benar-benar mengindahkan.

“Tentu gerakan mappaccing ini tidak hanya seremonial saja, tapi kita akan membuat suatu bentuk Peraturan Bupati, yang mengatur tentang bersih-bersih ini dan kita berharap masyarakat dan stakeholder yang ada benar-benar bisa mengindahkan. Jadi secara hukum mereka bertanggung pada kebersihan kota ini,” ungkapnya.

Meski begitu, calon Petahana itu mengaku akan tetap melanjutkan program Mamuju mapaccing, jika di Pilkada 09 Desember 2020 mendatang terpilih kembali, Menurutnya, walaupun tidak disebutkan dalam deklarasi tapi ia menegaskan  program kerja di periode pertamanya bersama dengan Irwan Pababari, yang dianggap layak akan tetap dilanjutkan.

“Pada saat deklarasi itu, adalah program-program baru yang belum kita sentuh, yang perlu kita sampaikan ke masyarakat,” ucap Habsi, saat ditemui di Rumah Adat Mamuju, Rabu, 02/09/20.

Habsi Wahid menjelaskan, bahwa dalam merealisasikan program Mamuju Mapaccing, diperlukan adanya singkronisasi antara pemerintah selaku pembuat kebijakan dan masyarakat.

“Kita juga sadari, bahwa untuk merubah mindset masyarakat ini, menjadi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan ini, memang tentu memerlukan waktu,” jelasnya.

Walaupun demikian kata Habsi, pemerintah daerah harus tetap menyiapkan seluruh fasilitas-fasilitas, dalam rangka menjadikan Mamuju sebagai daerah yang bersih, infrastruktur Tempat Pemerosesan Akhir (TPA) harus baik.

“Na sekarang ini belum sesuai harapan kita, karena itu sangat terkait kita dengan Satker dengan itu, na ini kita sudah lakukan pendekatan dengan Satker. Kemudian, makanya program kemarin di acara deklarasi itu, menjadi program prioritas setiap rumah satu tempat sampah, itu sekaligus memotifasi masyarakat,”  tutupnya. (MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.