Mamuju – editorial9 – Pemkab Mamuju dengan Universitas Fajar (UNIFA) Makassar, resmi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Agenda yang dihadiri Bupati, Sutinah Suhardi dan Rektor UNIFA, Muliyadi Hamid itu, digelar di Kantor Bupati Mamuju, Selasa, 31/01/23.
Sutinah berharap, dengan adanya MoU tersebut akan semakin banyak ASN di lingkungan Pemkab Mamuju, yang melanjutkan pendidikan.
“Apalagi, dengan sistem pembelajaran online yang fleksibel, yang tidak akan mengganggu jam kerja.” ucap Sutinah.
Bupati perempuan pertama di Sulbar itu, juga mengungkap perihal keinginannya, untuk setidaknya menelurkan 15 orang doktor di periode pemerintahannya.
Sementara itu, Rektor UNIFA, Muliyadi Hamid, menjelaskan, dalam MoU tersebut berisikan antara lain program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) type A, tahun akademik 2022/2023.
“RPL merupakan, pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal,” jelas Muliyadi.
“Dan atau pengalaman kerja sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan formal dan untuk melakukan penyetaraan, dengan kualifikasi tertentu,” sambungnya.
Kelebihan dari program RPL, antara lain biaya yang relatif lebih terjangkau, serta sistem pembelajaran asinkronus, dimana mahasiswa bisa mengatur sendiri kapan akan mengakses materi kuliah online dan tugasnya.
“Hal ini, kiranya relevan dengan kehidupan ASN, yang terikat jam kerja. Nanti bapak-ibu bisa akses materi kuliah, misalnya sepulang kantor atau selepas salat subuh. Bebas pengaturan waktunya,” tutupnya. (*)






