Polman – editorial9 – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Jaksa Indonesia (JI) cabang Polman bersama Sapma Pemuda Pancasila (Sapma PP) Cabang Polman, melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kantor Disdukcapil Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 26/04/21.
Aksi tersebut, merupakan tindak lanjut dari hasil daripada temuan tim investigasi dan aduan masyarakat, yang mengeluhkan adanya dugaan Punguntan Liar (Pungli) saat pengurusan administrasi di Disdukcapil Kabupaten Polewali Mandar.
Jendral lapangan, M. Khaer Mappattongan, dalam orasinya mengatakan bahwa aksi tersebut murni dari keresahan masyarakat yang mengeluhkan adanya dugaan Pungli, saat melakukan pengurusan administrasi kependudukan.
“Aksi kita pada hari ini, merupakan gerakan kemanusiaan dalam memperjuangkan hak masyarakat kab. Polman.”ucap M. Khaer Mappattongan.
Sementara itu, Ketua JI Cabang Polman, Rusli, juga bahwa aksi tersebut, adalah bentuk peringatan kepada jajaran Pemkab Polman terkhusus Disdukcapil, agar tidak mencoba-coba merampas hak masyarakat.
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu, bermanfaat bagi orang-orang mukmin. Sekiranya aksi yang kami lakukan hari ini adalah bentuk memperingatkan, kepada seluruh pemerintahan Kabupaten Polman terkhususnya pada Dinas terkait, bahwa Pungli adalah perbuatan yang tidak di benarkan oleh konstitusi sesuai dengan UU perubahan atas UU No. 26 Tahun 2006 pasal 87A dan pasal 87B.”jelas Rusli.
Selain itu ia mengungkapkan, aksi hari ini hanya prakondisi dalam menyambut aksi akbar jilid II, dengan tuntutan tertibkan pelayanan di Disdukcapil Kabupaten Polman dan usut tuntas terduga pelaku Pungli, yang ada di dinas itu.
“Selanjutnya, kami akan mengangkat grand isu copot Kadisdukcapil Kabupaten Polman, yang di anggap gagal dalam menjalankan amanahnya,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, hal senada juga diutarakan oleh Ketua Sapma PP Kabupaten Polman, Hendra Faturrahman, mengaku akan menggelar aksi besar-besaran.
“Jilid II, kami akan datang kembali” tutur Hendra.(*/Mp)






