UHC Bukti Komitmen Bupati Mamuju

  • Whatsapp
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, saat menerima piagam UHC dari BPJS kesehatan, Rabu, 12/01/22.(Dok : Diskominfosandi)

Mamuju – editorial9 – Pemerintah Kabupaten Mamuju (Pemkab Mamuju), melalui Bupati Sutinah Suhardi, secara resmi menerima sertifikat Universal Healt Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan, Rabu, 12/01/22.

Direktur SDM dan umum BPJS kesehatan, Andi Afdal Abdullah, selain mengapresiasi komitmen dari Bupati Mamuju, dalam upaya memberikan jaminan kesehatan bagi warganya, ia juga berharap hal tersebut dapat dicontoh oleh daerah lain, dalam rangka memajukan derajat kesehatan masyarakat secara umum.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah political will yang telah dibuktikan oleh bupati Mamuju, karena mengalokasikan anggaran yang cukup, besar demi layanan kesehatan tentu akan sangat membutuhkan komitmen, yang kuat dari pimpinan daerah,” ucap Andi Afdal Abdullah.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Mamuju, Sutinah Suhardi, memastikan seluruh masyarakatnya mendapat layanan fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit, karena semua jaminan kesehatannya telah ditanggung pemerintah daerah, lewat BPJS kesehatan.

“Untuk mencapai target UHC atau jaminan kesehatan semesta, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar dimulai dari awal tahun 2021 dengan nilai anggaran lebih dari 35 Milyar rupiah,” ungkap Sutinah.

“Dan semakin ditingkatkan pada tahun ini dengan nilai hampir 60 Milyar Rupiah, untuk memberikan jaminan kesehatan gratis melalui kepesertaan BPJS kesehatan, yang akhirnya dapat mengakomodir 95 persen masyarakat Mamuju, dari semua kecamatan yang ada,” sambungnya.

Sutinah juga meminta kepada seluruh jajaran di lingkup Pemkab Mamuju, untuk mensosialisasikan hal tersebut, apalagi saat ini dengan UHC bukan hanya diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu, melainkan seluruh masyarakat di Bumi Manakarra tanpa terkecuali.

“Kita tentu tidak mau lagi ada warga Mamuju, yang harus jual motornya cuma karena mau melahirkan atau ada yang bahkan jual rumah, hanya karena mau berobat,” tegasnya.

Selain membawa manfaat kepada masyarakat, intervensi anggaran besar dalam jaminan kesehatan, juga akan berimbas secara positif pada sejumlah sektor lain. Termasuk pendapatan daerah, yang secara tidak langsung diterima oleh sejumlah sarana kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit melalui klaim BPJS Kesehatan.

“Secara tidak langsung kita juga membantu Puskesmas dan rumah sakit, karena dapat klaim dari BPJS,” beber mantan Kadis perdagangan Kabupaten Mamuju itu.

Lebih lanjut, ia juga juga mengapresiasi BPJS kesehatan yang telah membangun sinergi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Mamuju.

“Untuk itu, diharapkan lewat gelontoran dana yang cukup besar tersebut, akan berbanding lurus dengan pelayanan yang semakin meningkat dari BPJS kesehatan,” tutupnya.(Diskominfosandi/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.