MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, melakukan kunjungan langsung ke rumah nenek Hajara (85), warga kurang mampu di Desa Salletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Selasa (7/10/2025). Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang masih hidup dalam keterbatasan.
Di tengah teriknya cuaca siang, Salim S Mengga tampak berbincang hangat dengan nenek Hajara di rumah sederhananya yang berdinding papan. Dalam percakapan penuh empati itu, Wagub mendengarkan langsung keluh kesah sang nenek yang hidup sebatang kara dan serba kekurangan.
“Saya ingin memastikan data kemiskinan sesuai dengan fakta di lapangan. Negara harus hadir sampai ke pelosok, termasuk bagi mereka yang belum tersentuh bantuan,” ujar Salim dengan nada tegas namun penuh keprihatinan.
Ia menegaskan, kunjungan seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari evaluasi langsung efektivitas penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, masih adanya warga yang belum terdata merupakan tanda bahwa sistem pendataan perlu diperbaiki agar lebih akurat dan inklusif.
“Kita tidak boleh biarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Semua harus merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan langsung untuk membantu kebutuhan harian nenek Hajara. Ia berjanji akan menugaskan instansi terkait untuk menindaklanjuti temuan serupa di wilayah lain agar tak ada lagi warga miskin yang terlewat dari daftar penerima manfaat.
Sementara itu, suasana haru menyelimuti kedatangan orang nomor dua di Sulawesi Barat itu. Nenek Hajara tak kuasa menahan air mata saat menerima kunjungan mendadak dari Wagub.
“Saya tidak sangka Bapak Wakil Gubernur datang langsung ke rumah kami. Semoga ini jadi awal perubahan bagi kami dan warga lain yang juga belum dapat bantuan,” ujarnya lirih.
Langkah kecil namun bermakna ini menjadi wujud nyata komitmen Salim S Mengga untuk memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang hidup di garis kemiskinan.
Dengan ketegasan dan empatinya, Wagub menegaskan kembali bahwa pemerintah harus hadir, bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam tindakan nyata di lapangan.(*)






