Mamuju — Proses wawancara dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali berlanjut. Memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (16/12/2025), para peserta mengikuti tahapan wawancara yang dipimpin langsung oleh pimpinan daerah.
Wawancara dipimpin Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana. Ketiganya terlibat aktif menggali kompetensi, integritas, hingga karakter para peserta seleksi yang memperebutkan jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemprov Sulbar.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik, seluruh rangkaian wawancara disiarkan secara langsung melalui akun YouTube resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Selain itu, proses pemaparan peserta juga disaksikan langsung oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengatakan, dalam sesi wawancara dirinya lebih menekankan pada aspek karakter dan konsistensi calon pejabat. Menurutnya, seorang pejabat publik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan keteguhan sikap dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Iya, saya wawancara langsung dengan calon pejabat itu, saya lebih ke karakternya. Olehnya itu, pertanyaan-pertanyaan saya banyak menjebak, bagaimana konsistensinya, bagaimana karakternya, bagaimana pemerhatian masalahnya,” ujar Suhardi Duka.
Ia menjelaskan, setiap pimpinan daerah memiliki fokus penilaian yang berbeda dalam proses wawancara tersebut. Wakil Gubernur Sulbar lebih menitikberatkan pada sikap serta konsistensi peserta, sementara Sekretaris Daerah menilai penguasaan tugas, fungsi, dan aspek teknis jabatan yang dilamar.
“Kalau Pak Wagub juga begitu, kemudian Pak Sekda lebih banyak ke tugasnya. Jadi ini masih sementara dalam proses,” kata Suhardi Duka.
Menurut Suhardi Duka, secara umum para peserta seleksi JPT Pratama memiliki kemampuan yang baik dan memahami bidang tugas yang akan diemban. Meski demikian, masih ditemukan beberapa peserta yang dinilai kurang konsisten dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pewawancara.
“Kalau saya lihat dari sisi kemampuan, peserta mampu. Hanya memang ada yang tidak konsisten,” ujarnya.
Suhardi Duka memastikan seluruh tahapan wawancara seleksi JPT Pratama akan rampung pada hari tersebut. Selanjutnya, hasil wawancara akan dibahas bersama oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah untuk menentukan hasil akhir seleksi.
“Setelah ini, kami akan berembuk bertiga, antara saya, Pak Wagub, dan Pak Sekda,” tegasnya.
Ia menambahkan, mekanisme seleksi terbuka seperti ini akan terus diterapkan untuk proses promosi jabatan melalui seleksi terbuka (selter). Sementara itu, untuk mekanisme job fit atau mutasi pejabat eselon II, memiliki mekanisme tersendiri dan tidak perlu dilakukan secara terbuka.
Melalui proses seleksi yang terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pejabat yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. (Rls)






