POLMAN – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Sulawesi Barat memperketat proses penyaluran bantuan industri kecil menengah (IKM) tahun anggaran 2026. Enam kelompok usaha di Polewali Mandar (Polman) menjadi sasaran verifikasi langsung di lapangan pada 4–5 Mei 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan penerima. Verifikasi mencakup pemeriksaan administrasi, kondisi usaha, hingga kesiapan lokasi usaha untuk menerima peralatan produksi.
Program ini juga sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Kegiatan verifikasi dipimpin langsung Kepala Bidang Perindustrian Koperindag Sulbar, Muhammad Alif Akbar, dengan menyasar kelompok usaha di Kecamatan Mapilli, Wonomulyo, Matakali, dan Polewali.
“Verifikasi ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Kami cek mulai dari administrasi hingga kondisi usaha di lapangan,” ujar Alif Akbar.
Ia menjelaskan, kelompok usaha yang lolos verifikasi akan menerima bantuan peralatan produksi sesuai kebutuhan masing-masing. Mulai dari mesin jahit, peralatan depot air minum, peralatan produksi kue, mesin pengolahan aren, hingga peralatan sablon.
“Bantuan yang disiapkan antara lain mesin jahit, peralatan depot air minum, peralatan produksi kue, mesin pengolahan aren, hingga peralatan sablon,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, menegaskan program ini merupakan bagian dari “Sulbar Berdaya” yang fokus pada penguatan sektor industri kecil dan menengah (IKM) agar lebih berdaya saing.
“Kami berharap bantuan ini dapat mendorong UMKM semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.
Salah satu calon penerima, Ketua Kelompok Usaha Amanah Mineral Water, Gunawan Setiaji, menyambut baik proses verifikasi tersebut. Ia menilai bantuan peralatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi usaha mereka.
Dengan proses verifikasi ketat ini, pemerintah berharap bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh pelaku usaha yang siap berkembang dan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah. (*)






