Bolos Sekolah, 6 Siswa di Mamuju Digiring Satpol PP

MAMUJU – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Sulawesi Barat bersama Satpol PP Kabupaten Mamuju kembali menggelar operasi tertib pelajar di Kabupaten Mamuju, Rabu (6/5/2026).

Dalam operasi yang menyasar pelajar tingkat SMA/SMK tersebut, petugas menjaring enam siswa yang kedapatan berada di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Para pelajar itu diamankan di kawasan Pantai Landi.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD), Dermawan, menyampaikan bahwa operasi tertib pelajar dilaksanakan diseluruh wilayah Sulawesi Barat dengan melibatkan Satpol PP kabupaten di masing-masing daerah.

“Pelaksanaan operasi ini tidak hanya di Mamuju, tetapi juga dilakukan di seluruh kabupaten se-Sulawesi Barat oleh Satpol PP setempat, adapun waktunya itu disesuaikan dengan kesiapan masing-masing, namanya operasi itu sewaktu-waktu atau tiba-tiba untuk menghindari kebocoran informasi” ujarnya.

Ia menjelaskan, para siswa yang terjaring langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan sebelum dikembalikan ke pihak sekolah masing-masing.

“Pelajar yang terjaring langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Setelah diberikan arahan, para siswa tersebut kemudian dikembalikan ke pihak sekolah,” tambahnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Rangas, Nadamar, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, operasi ini membantu sekolah dalam memperkuat kedisiplinan siswa.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memastikan siswa tetap disiplin, fokus belajar, dan menjalankan kewajibannya sebagai pelajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Sulawesi Barat, Aksan Amrullah, menegaskan pentingnya kedisiplinan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

“Para siswa adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pembangunan. Masa depan harus diraih dengan belajar, disiplin, dan ketekunan. Jika semangat belajar rendah, tentu akan berdampak pada kualitas generasi ke depan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menekan angka pelanggaran pelajar, memberikan efek jera, serta mencegah siswa dari perilaku negatif seperti penyalahgunaan zat adiktif, tawuran, dan aktivitas menyimpang lainnya. (Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *