POLMAN — BPBD Kabupaten Polewali Mandar memperbarui data bencana tanah longsor di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar. Tercatat sebanyak 118 kepala keluarga terdampak di tiga wilayah, yakni Desa Katimbang, Kelurahan Matangnga, dan Desa Rangoang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Polewali Mandar, Andi Chandra, mengatakan longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Matangnga selama sekitar empat jam pada Jumat (14/05/25, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 Wita.
“Curah hujan yang cukup tinggi selama kurang lebih empat jam memicu longsor di beberapa titik di Kecamatan Matangnga. Material longsor menutup akses jalan, merusak rumah warga, serta berdampak pada areal persawahan dan perkebunan masyarakat,” kata Andi Chandra saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (20/5/2026).
Longsor dilaporkan terjadi di dua titik utama pada jalan poros menuju Desa Katimbang dan Kelurahan Matangnga, dengan panjang material longsor mencapai sekitar 700 meter. Akibat kejadian itu, puluhan rumah warga terdampak, termasuk fasilitas umum serta lahan pertanian.
Di Desa Katimbang, BPBD mencatat sebanyak 40 KK terdampak. Sebanyak 40 rumah terkena dampak, dengan dua rumah mengalami rusak berat. Satu gedung SMA juga terdampak, serta tiga titik drainase sekunder di Dusun Sitambo tertimbun material longsor.
“Untuk di Desa Katimbang, dua rumah mengalami kerusakan berat dan ada sawah sekitar satu hektare serta perkebunan campuran sekitar tiga hektare yang ikut terdampak,” ujarnya.
Sementara di Kelurahan Matangnga, terdapat 70 KK terdampak. Sebanyak 70 unit rumah tercatat terdampak, dengan rincian dua rumah rusak sedang dan dua rumah rusak ringan.
Sedangkan di Desa Rangoang, delapan KK terdampak. Dua warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor, masing-masing Fatma (42) dan Jupri (57), yang mengalami memar dan lecet.
“Korban jiwa nihil, namun ada dua warga luka ringan. Saat ini mereka sudah mendapat penanganan dan kondisi stabil,” jelas Andi Chandra.
BPBD juga mencatat delapan rumah terdampak di Desa Rangoang, satu fasilitas tempat ibadah, sawah seluas sekitar satu hektare, serta perkebunan campuran sekitar 50 hektare.
Hingga saat ini, tim TRC BPBD Polewali Mandar masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi menggunakan sistem by name by address untuk memastikan kebutuhan warga terdampak.
“Tim kami masih di lapangan untuk pendataan lanjutan dan koordinasi dengan dinas terkait guna percepatan penanganan fisik di lokasi longsor,” ucapnya.
Meski akses jalan yang sempat tertutup di tiga lokasi telah kembali dibuka sejak Sabtu sore sekitar pukul 16.30 Wita, petugas masih menghadapi kendala cuaca yang belum stabil. Selain itu, masih terdapat lima titik longsor di Dusun Mesakada, Desa Rangoang, yang belum sepenuhnya tertangani.
“Jalan utama sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk jaringan listrik, tiga tiang sudah kembali didirikan, namun masih ada dua tiang yang belum diperbaiki sehingga sebagian wilayah masih padam,” pungkas Andi Chandra.(Mp)






