BPOM Dapati Takjil Diduga Mengandung Zat Pewarna Kain

  • Whatsapp
Tim BPOM Mamuju, saat melakukan pengambilan sampel makanan disalah satu stand penjualan makanan.(Dok : MP)

Mamuju – editorial9 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustiran dan Koperasi Kabupaten Mamuju, melakukan sampel takjil berbuka puasa, di Pasar Lama dan Anjungan Pantai Manakarra Mamuju, Senin, 19/04/21.

Kepala BPOM Mamuju, Lintang Purba Jaya, dalam prosesnya pihaknya mengambi sampel sebanyak 30, terdiri dari bakso, tahu, sirup, sagu mutiara, hingga es cincau dan 29 sampel itu hasilnya negatif.

Bacaan Lainnya

“Tapi kita temukan satu sampel yang positif, itu diduga mengandung Rodhamin B. Itu makanan sagu mutiara merah, nah ini mengandung pewarna kain yang tidak diperbolehkan pada makanan,” ucap Lintang Purba Jaya.

Pasca penemuan itu, kata Lintang Purba Jaya, pihaknya akan melakukan tindak lanjutnya dengan mendatangi langsung pedagangnya, guna mencari tahu asal muasal sumber makanan tersebut.

“Dan akan diminta agar bahan tersebut, tidak lagi dipergunakan di makanannya,” katanya.

Ia pun menghimbau pada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Mamuju, agar berhati-hati dalam membeli makanan.

“Jangan hanya tergoda melihat warnanya, tergoda dengan bentuknya, tapi warnanya tadi ternyata menggunakan pewarna kain,” bebernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dampak buruk dari Rodhamin B sendiri terhadap kesehatan, bisa mengakibatkan gagal ginjal jika sudah terlalu keseringan atau banyak dikonsumsi.

“Tetapi yang paling singkat, itu alergi biasanya ada yang batuk ada yang gatal-gatal,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Asisten II Pemkab Mamuju, Hasnawaty Syam, mengaku bahwa Pemkab Mamuju siap membantu BPOM, untuk menyampaikan ke masyarakat, agar berhati-hati dalam memilih menu makanan.

“Karena itu, dampaknya pada diri kita sendiri juga,” tutur Hasnawaty Syam.(MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *