JAKARTA, editorial9.com – PT Brantas Abipraya (Persero) merampungkan pembangunan gedung baru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Malaysia. Fasilitas pendidikan yang dibangun dengan luas sekitar 5.600 meter persegi itu kini resmi digunakan dan ditargetkan mampu menampung hingga 800 siswa anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia.
Penggunaan gedung baru SIKL ditandai dengan upacara bendera perdana pada Selasa, 1 September 2026. Upacara tersebut dipimpin Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, dan diikuti ratusan siswa.
Gedung SIKL merupakan bagian dari Gedung Pusat Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur. Penggunaan fasilitas baru tersebut sekaligus menandai kembalinya aktivitas belajar-mengajar siswa dan guru SIKL setelah proses pembangunan dan pengembangan fasilitas selesai pada Mei 2026.
Pembangunan gedung dimulai pada Mei 2025 dan dikerjakan oleh Brantas Abipraya sebagai bagian dari penugasan pembangunan infrastruktur pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Prasarana Strategis bertindak sebagai pemberi kerja, sedangkan SIKL menjadi pengguna fasilitas di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Bangunan baru tersebut memiliki ketinggian hingga empat lantai dan dilengkapi satu basement. Sejumlah fasilitas pendidikan tersedia di dalamnya, mulai dari ruang kelas jenjang TK hingga SMA, laboratorium, ruang guru, ruang komite dan tata usaha, food hall, hall, sport hall, mushola, hingga area parkir basement.
Dengan kapasitas yang mencapai 800 siswa, keberadaan gedung baru tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak WNI yang tinggal maupun bekerja di Malaysia, termasuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI).
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan pembangunan SIKL bukan hanya berkaitan dengan penyelesaian proyek konstruksi, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Bagi Brantas Abipraya, pembangunan SIKL bukan sekadar menyelesaikan sebuah proyek konstruksi. Di balik setiap ruang kelas dan fasilitas yang kami bangun, terdapat harapan agar anak-anak Indonesia di Malaysia dapat memperoleh ruang belajar yang layak, nyaman, dan mendukung mereka untuk berkembang serta meraih cita-cita,” ujar Dian, di laman abipraya.co.id.Rabu, 02/09/26.
Menurut Dian, pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan kualitas generasi Indonesia, termasuk bagi WNI yang berada di luar negeri.
“Kami bangga, dapat mengambil bagian dalam menghadirkan fasilitas pendidikan Indonesia di Kuala Lumpur. Kami berharap gedung ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para siswa, guru, keluarga WNI, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan global,” katanya.
Kehadiran gedung baru juga memperkuat posisi SIKL sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan Indonesia di Malaysia. Sekolah tersebut selama ini menjadi salah satu fasilitas penting dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia.
Duta Besar RI untuk Malaysia Iman Hascarya dalam apel perdana di gedung baru SIKL menyampaikan harapan agar fasilitas tersebut memberikan semangat baru kepada para siswa serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia di Malaysia.
Brantas Abipraya menilai, pembangunan fasilitas pendidikan seperti SIKL memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar penyediaan bangunan fisik. Infrastruktur pendidikan dinilai menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
“Kami percaya bahwa sebuah karya konstruksi akan memiliki nilai yang lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh generasi yang akan datang. SIKL adalah salah satu karya tersebut, sebuah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membawa nama Indonesia di kancah global,” ujar Dian.
Dengan rampungnya pembangunan tersebut, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat sosial sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.(*)






