Mamuju – editorial9 – Wacana memasukkan olahraga pencak silat ke dalam kurikulum sekolah, mengemuka di forum pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Mamuju, masa bakti Tahun 2020-2024, yang berlangsung di Kantor Camat Simboro, Minggu, 29/08/21.
Menurut Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, selain siap membuka ruang kepada jajaran pengurus IPSI, pihaknya juga akan mendorong olah raga budaya itu, ke dalam kurikulum sekolah, jika memang dimungkinkan. Hal itu dalam rangka pengembangan olah raga bela diri pencak silat di Bumi Manakarra.
“Sehingga, masyarakat tidak hanya sehat namun dapat menjadi wadah penyaluran hobby, yang berpotensi mendulang prestasi,” ucap Sutinah.
Sementara itu, Ketua terpilih IPSI Mamuju, Wahyuddin, mengaku akan berupaya mendorong IPSI lebih maju dan berprestasi dari sebelumnya, sehingga ia meminta ke pemerintah daerah, agar dapat membantu mendorong kemajuan organisasi IPSI.
“Salah satunya, dengan dukungan sarana dan prasarana serta dapat memberikan rekomendasi, agar pencak silat dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah demi pembinaan generasi muda, agar mencintai olah raga pencak silat sebagai warisan leluhur yang telah diakui dunia,” terang Wahyuddin.
Di tempat yang sama, Ketua IPSI Provinsi Sulawesi Barat, Jamil Barambangi, berharap IPSI Kabupaten Mamuju, bisa mengembalikan kejayaan pencak silat di Bumi Tanah Malaqbi.
“Tahun 90an, kita tahu sebagian atlet dari Sulawesi Selatan, berasal dari Kabupaten Mamuju,” tutur Jamil Barambangi.(Adv/Diskominfosandi)






