Bupati Polman Dorong Mesin Tanam Padi, Biaya Turun Produksi Naik

Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, mencoba mengoperasikan mesin tanam padi (Rice Transplanter) saat kegiatan penanaman perdana di Desa Makombong, Kecamatan Matakali, Rabu (3/6/2026). Pemkab Polman terus mendorong modernisasi pertanian melalui mekanisasi guna meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan mendukung ketahanan pangan daerah.

POLMAN – editorial9.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi mekanisasi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penggunaan Rice Transplanter atau mesin tanam padi pada kegiatan penanaman perdana di Desa Makombong, Kecamatan Matakali, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, bersama Kepala Dinas Pertanian, Camat Matakali, dan pemerintah desa setempat. Penggunaan mesin tanam padi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi petani.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Samsul Mahmud menegaskan bahwa mekanisasi pertanian menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Melalui penanaman perdana dengan alat mekanisasi pertanian melalui penggunaan teknologi Rice Transplanter (mesin tanam padi), tentu ini adalah upaya kita bagaimana memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Polewali Mandar,” ujarnya.

Menurut Samsul, penggunaan teknologi pertanian modern dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi petani, terutama tingginya biaya tanam dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Berdasarkan data yang dipaparkan, metode tanam pindah (Tapin) secara konvensional membutuhkan biaya sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per hektare. Proses tersebut umumnya melibatkan 10 hingga 20 tenaga kerja dan memerlukan waktu sekitar 3 hingga 5 jam untuk setiap hektare lahan.

Sementara dengan teknologi Rice Transplanter, biaya tanam disebut dapat ditekan hingga 40 persen. Selain itu, proses penanaman hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam per hektare dan cukup dioperasikan oleh dua orang.

Tak hanya menghemat biaya dan waktu, pola tanam yang lebih rapi dan seragam juga diyakini mampu meningkatkan produktivitas hasil panen. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar memperkirakan produksi padi dapat meningkat hingga 20 persen dibandingkan metode tanam konvensional.

Samsul berharap penggunaan alat dan mesin pertanian modern dapat diperluas ke berbagai sentra produksi padi di Polewali Mandar agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh petani.

“Dengan menggunakan mekanisasi pertanian ke depannya kegiatan pertanian bisa lebih efektif, efisien, serta produktivitas usaha tani yang dihasilkan dapat lebih maksimal,” pungkasnya.

Pemkab Polewali Mandar menilai penerapan teknologi pertanian modern menjadi salah satu strategi penting untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian daerah di tengah tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *