Mamuju – editorial9 – Gedung baru Rumah Sakit Mitra Manakarra, akhirnya diresmikan setelah menjalani proses pembangunan, sejak bulan Mei 2021 lalu.
Diketahui, RS Mitra Manakarra dibangun kembali, lantaran roboh akibat gempa bumi 6,2 yang mengguncang Sulbar, 15 Januari 2021 lalu.
Komisaris utama PT. Mitra Husada Manakarra, Suhardi Duka (SDK), mengatakan meski hanya dua lantai, namun tingkat keamanan bangunan baru RS Mitra Manakarra, jauh lebih kuat.
“Karena memang kita desain, agar tahan gempa,”ucap SDK, usai peresmian gedung baru RS Mitra Manakarra, Rabu, 30/03/22.
Selain itu ia menambahkan, berdasarkan desain perencanaan, bangunan baru tersebut mampu bertahan dari kekuatan gempa hingga 8 magnitude.
“Kita memang sudah desain seperti itu, menggunakan SNI, sistemnya memadukan dengan sistem keamanan kegempaan,” tambahnya.
Anggota DPR-RI itu juga menjelaskan, bahwa dalam mendesain konstruksi bangunan, pihaknya melibatkan salah seorang profesor dari Malang, Jawa Timur.
“Sebenarnya hampir tiga lantai, tapi karena setelah kita soundir kembali tanahnya, kita yakini tanahnya tidak akan mampu memuat bangunan yang tiga lantai, makanya jadi dua lantai,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa dari segi standar layanan kesehatan, RS. Mitra Manakarra, dapat menampung semua kelas.
“Dari PBI, kelas bisnis hingga kelas swif, semua kita layani dengan baik, seluruh kamar perawatan memiliki AC,” tutupnya.(Mp)






