Disnaker Akui BLK Polman Kekurangan Instruktur

Kepala Disnakertrans Polman, M. Irdan Natsir,

POLMAN, editorial9.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengakui Balai Latihan Kerja (BLK) Polman masih kekurangan instruktur.

Dari empat program pelatihan yang tersedia, hanya pelatihan menjahit yang memiliki tenaga pengajar, sedangkan tiga program lainnya belum memiliki instruktur.

Bacaan Lainnya

Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Disnakertrans Polman, M. Irdan Natsir, saat menanggapi sorotan Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Nasrun Ilmullah, terkait kondisi BLK Polman yang masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah.

Irdan mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kebutuhan tenaga instruktur kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Polman. Usulan tersebut mencakup pengadaan pegawai dari jalur PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Untuk balai latihan kerja, kita sudah minta ke BKPSDM, untuk memberikan formasi atau memberikan pegawai apakah itu mulai dari PNS atau dari PPPK, untuk menjadi instruktur di Balai Latihan Kerja Kabupaten Polewali Mandar,” ucap Irdan, Senin,02/11/26.

Namun, kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi karena formasi instruktur belum tersedia di BKPSDM.

“Cuman kemarin, formasi itu tidak ada, belum tersedia di BKPSDM,” ungkapnya.

Meski demikian, Irdan memastikan BLK Polman tetap aktif menjalankan kegiatan pelatihan. Hanya saja, keterbatasan instruktur membuat tidak semua program pelatihan dapat berjalan.

“Aktif pak, instruktur yang tidak ada kalau instruktur menjahit ada, tapi instruktur yang lain tidak ada,” jelasnya.

Ia menjelaskan, BLK Polman memiliki empat jenis pelatihan, yakni menjahit, pertukangan kayu, pengelasan, dan perbengkelan.

Dari empat program tersebut, hanya pelatihan menjahit yang memiliki instruktur. Sementara tiga program lainnya, yakni pertukangan kayu, pengelasan, dan perbengkelan, belum didukung tenaga pengajar.

“Cuman tiga ini yang tidak ada instrukturnya, tapi menjahit ada,” jelasnya.

Selain kekurangan instruktur, posisi kepala BLK Polman juga masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Kondisi itu terjadi setelah kepala BLK sebelumnya memasuki masa purna bakti atau pensiun.

“Kepala BLK PLT, pelaksana tugas karena kemarin pensiun. Kepala BLKnya pensiun. Jadi sekarang ini pak Harianto ini pelaksana tugas,” tutup Irdan.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *