Mamuju – editorial9 – DPMPTSP Kabupaten Mamuju di Tahun 2023 ini menargetkan Rp.340 Miliar realisasi investasi dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) penanaman modal DPMPTSP Kabupaten Mamuju, Haslia, saat dikonfirmasi di Kantornya, Kamis, 16/02/23.
Menurutnya, di tahun 2022 lalu DPMPTSP Kabupaten Mamuju, mematok target Rp. 325 Miliar, namun yang berhasil dicapai hanya sekitar Rp.223 Miliar atau sekitar 71,1 persen.
“Itu berdasarkan data rill yang terlihat di Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE online),” ucap Haslia.
Selain itu ia menambahkan, dalam rangka mencapai target di tahun 2023 ini pihaknya akan melakukan pengawasan langsung ke pelaku usaha.
“Karena ada dana DAK dari BKPM kementerian investasi, mungkin itu kita akan melakukan pengawasan langsung pelaku usaha, untuk melaporkan LKPM mereka,” tambahnya.
Selama ini, kata Haslia, para pengusaha di Kabupaten Mamuju cenderung kurang merespon tentang pentingnya melakukan pelaporan LKPM.
“Ditambah lagi, jika para pelaku usaha ini mau melaporkan LKPMnya, kolom di SPIPISE online harus terisi semua. Selama ini pelaku usaha, hanya menceklis saja untuk bisa mendapatkan NIB,” ungkapnya.
“Hal tersebut justru memberikan dampak terhadap pelaporan LKPMnya, karena dalam proses pelaporan harus juga dilampirkan bukti fisik,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa di tahun 2022 lalu pihaknya telah melakukan pengawasan langsung, ke pelaku usaha.
“Namun di 2023 ini, mungkin akan lebih dimassifkan lagi pengawasannya,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, khusus di Kabupaten Mamuju terdapat beberapa sumber capaian investasi yakni dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“PMA itu sektornya terdiri dari listrik, gas dan air. Sementara, untuk PMDN sektornya itu di perdagangan dan koperasi,” tutupnya.(Mp)






