Jelang Kunjungan Gibran, SDK Cek Persiapan 100 Tahun Injil di Kalumpang

Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyapa warga saat meninjau persiapan lokasi peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang di Desa Tamalea, Kecamatan Bonehau, Mamuju. (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU, editorial9.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) meninjau langsung persiapan lokasi peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang di Desa Tamalea, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sabtu (31/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan menjelang kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang dijadwalkan menghadiri peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan itu, SDK menyampaikan kebanggaannya terhadap sejarah panjang dan kekayaan budaya masyarakat Kalumpang. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan Kabupaten Mamuju dan Sulawesi Barat.

Ia mengungkapkan, Kalumpang telah memiliki struktur pemerintahan sejak 464 tahun silam. Karena itu, Kalumpang dinilai menjadi salah satu tonggak penting sejarah Mamuju.

“Kalumpang itu indah, peradabannya tua. 464 tahun yang lalu, Kalumpang sudah memiliki struktur pemerintahan. Olehnya itu, hari jadi Mamuju, tonggak sejarahnya adalah Kalumpang,” ungkap Suhardi Duka.

Selain sejarah, SDK juga menyoroti kekayaan budaya Kalumpang, khususnya kain tenun Sekomandi yang memiliki nilai seni tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara.

Ia mengaku pernah melihat kain tenun khas Kalumpang tersebut dipajang di salah satu museum di Amerika Serikat.

“Begitu kuatnya Sekomandi, begitu tingginya nilai seni dan nilai budaya Sekomandi itu. Olehnya itu, banggalah kita. Bukan hanya orang Kalumpang yang bangga, saya pun bangga dengan Sekomandi,” ujarnya.

Pada momentum peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang, SDK juga mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pemahaman terhadap agama harus diiringi dengan sikap saling menghormati perbedaan. Sebab, Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari beragam agama dan suku.

“Pada saat kita memahami agama, maka pada saat itu pula kita juga akan memahami perbedaan. Olehnya itu, kita harus mengakui bahwa Indonesia tidak satu agama, Indonesia tidak satu suku. Dengan demikian, dituntut persatuan. Dan inti dari persatuan adalah rasa toleransi yang tinggi,” tegasnya.

Ia menilai masyarakat Kalumpang telah menunjukkan kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi, saling memahami, dan menghargai perbedaan. Nilai tersebut harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Di sisi pembangunan, SDK menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendorong kemajuan wilayah Kalumpang, termasuk melalui pembangunan infrastruktur jalan guna memperkuat konektivitas daerah.

“Saya pun memiliki tanggung jawab untuk membangun daerah ini. Menjelang dua tahun kepemimpinan saya, alhamdulillah tetap kita bangun jalan. Dan tanggung jawab saya untuk bisa sampai ke tanah Kalumpang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, SDK juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada panitia penyelenggara. Bantuan itu diberikan untuk mendukung kebutuhan persiapan peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang sekaligus menyambut kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

SDK berharap, peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah penyebaran Injil, tetapi juga memperkuat toleransi, merawat warisan budaya, serta meneguhkan persatuan masyarakat dalam membangun Sulawesi Barat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *