JPU Tuntut Lurah Rangas Denda 3 Juta Subsider 3 Bulan Penjara

  • Whatsapp
Sidang lanjutan dugaan pelanggaran Pemilu, di PN Mamuju, yang menyeret nama Lurah Rangas Wahyudin Firdaus.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 – Pengadilan Negeri (PN) Mamuju, kembali menggelar sidang lanjutan dugaan pelanggaran Pemilu, yang menyeret nama Lurah Rangas, Wahyuddin Firdaus, dengan agenda pembacaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis, 26/11/20.

Kehadiran Lurah Rangas, Wahyudin Firdaus di PN Mamuju itu, didampingi langsung oleh Tiga orang kuasa hukumnya, yakni Nasrun, SH, Jeck Timbonga, SH.MH dan Akriadi,SH.

Bacaan Lainnya

Dalam pembacaan tuntutan oleh JPU, Yusriani Yunus, SH bersama Yusnita, SH, menyebutkan bahwa, terdakwa Lurah Rangas, Wahyudin Firdaus, dengan menggunakan bahasa daerah, terbukti mempengaruhi dua orang saksi yakni Supriyanto dan Kamaria. “Pilih nomor dua ne’ tapi mala toi tongang – tongang.

“Terdakwa terbukti mempengaruhi salah satu paslon nomor 02, dan menuntut terdakwa dengan denda 3 Juta subsider 3 bulan penjara,” ungkap Yusriani.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Wahyudin, Akriadi,SH, mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menuangkan tuntutan JPU tersebut, ke dalam pembelaan. Menurutnya, dalam tuntutan JPU itu, beberapa unsur tidak terpenuhi, karena sebelumnya dari ajakan tidak terbukti. Hanya saja dari hasil keterangan saksi dan tidak ada bukti lain, yang mengarahkan yang dilakukan kliennya.

“Setelah mendengar JPU, maka kami berkesimpulan bahwa kami akan dituangkan dalam pembelaan. Kami anggap bahwa dari beberapa unsur itu tidak terpenuhi, karena sebelumnya mengenai ajakan itu kan dan kami anggap tidak terbukti, karena hanya keterangan saksi, yang mengatakan itu berdasarkan dengan tuduhan. Dan tidak ada bukti lain, yang membuktikan bahwa pak Lurah mengarahkan salah satu Paslon,” terang Akriadi.

Untuk diketahui, sidang lanjutan tersebut dipimpin Majelis Hakim, Heriayanto, SH.MH, didampingi oleh hakim anggota Nurleli, SH serta Harwansyah, SH.MH. Dan rencananya Sidang akan kembali digelar, Jumat , 27/11/20 besok, dengan agenda pembacaan pembelaan oleh penasehat hukum terdakwa. (Dji/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *