Majene – editorial9 – Berakhir di Tanggal 25 April 2021, pelaksanaan operasi keselamatan di wilayah hukum Polres Majene, mencatatkan terjadinya 6 kasus Lakalantas, satu diantaranya ada korban meninggal dunia.
Sementara itu, kendaraan yang terlibat pelanggaran sebanyak 100 dengan rincian sepeda motor 97 unit, mobil penumpang 1 unit dan mobil barang 2 unit.
Tak hanya itu, dalam pelaksanaan operasi ini, ada juga puluhan motor yang sengaja dikandangkan karena digunakan balapan liar, umumnya dilakukan oleh anak remaja di waktu subuh lepas sholat.
Terkait dengan hal tersebut, Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji, saat memimpin apel pagi menegaskan semua motor hasil operasi yang digunakan balapan liar dikandangkan hingga usai lebaran, Senin,26/4/21.
“Yang tidak dapat memperlihatkan surat-suratnya tidak boleh dikeluarkan siapapun orangnya dan yang ada surat-surat tunggu hingga usai lebaran,” tegas AKBP Irawan Banuaji.
Masih kata Kapolres, operasi keselamatan ini mesti ada evaluasi agar pelaksanaan tugas kedepannya lebih baik, bila perlu data kecelakaan harus menurun drastis lewat kinerja maksinal personil di lapangan.
“Jangan hanya sekedar menggugurkan tugas, tapi bekerja harus setulus hati sesuai dengan nama kegiatan, yaitu keselamatan,” katanya
“Jadi, target utama kita adalah menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat khususnya para pengendara,” sambungnya.
Bersamaan dengan itu, ia juga menyampaikan arahan dan penekanan Kapolda Sulbar pada kegiatan taklimat akhir tentang larangan mudik lebaran 2021 sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga ia mengharapkan agar pelaksanaan safari ramadhan betul-betul dimaksimalkan.
“Terus sampaikan informasi penting kepada masyarakat, seperti bahaya petasan, balapan liar, Covid19 dan sebagainya, upaya bersama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tandasnya. (*)






