Kapolres Polman Ungkap Kronologi Kaburnya Tersangka Curanmor

Kapolres Polman AKBP Zaky Maghfur saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kronologi kaburnya tersangka kasus dugaan curanmor di Mapolres Polman, Senin (27/7/2026). Dok. editorial9.com.

POLMAN, editorial9.com – Kapolres Kabupaten Polman AKBP Zaky Maghfur, mengungkap kronologi kaburnya seorang tersangka kasus dugaan pencurian sepeda motor (Curanmor) berinisial Aco Akmal (22), warga Kecamatan Balanipa, yang melarikan diri dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Polman, usai diberikan makanan sebelum menjalani pemeriksaan.

AKBP Zaky menjelaskan, Aco Akmal diamankan oleh personel Satreskrim Polres Polman pada Jumat (17/7/2026), setelah diduga mencuri sepeda motor di RSUD Andi Depu Polman pada Sabtu (11/7/2026). Setelah dibawa ke Mapolres Polman, penyidik bersiap melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Bacaan Lainnya

Namun, sebelum pemeriksaan dimulai, tersangka terlebih dahulu diberi makan. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri.

“Sudah diamankan yang bersangkutan, sudah dibawa ke kantor, akan diambil keterangan. Tapi sebelumnya diberikan makanan terlebih dahulu,” ucap AKBP Zaky kepada awak media di Mapolres Polman, Senin (27/7/2026).

Kapolres mengatakan, tersangka memanfaatkan kelengahan petugas sesaat setelah selesai makan.

“Setelah pemberian makanan, karena rencananya akan diperiksa, ternyata yang sepersekian detik itu untuk melarikan diri,” bebernya.

Menyikapi kejadian tersebut, AKBP Zaky menegaskan telah memerintahkan jajaran Satreskrim Polres Polman, untuk segera melakukan pengejaran terhadap Aco Akmal agar kembali diamankan.

“Jadi untuk saat ini, posisinya kami sudah memerintahkan Reskrim untuk melakukan pengejaran kembali,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga menanggapi beredarnya rekaman CCTV dugaan pencurian sepeda motor di SDN 060 Pekkabata, Polewali. Dalam video tersebut, pelaku diduga memiliki kemiripan dengan Aco Akmal.

Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah pelaku yang terekam CCTV merupakan tersangka yang kabur atau orang lain.

“Itu dugaannya masih kita dalami. Apakah yang bersangkutan termasuk yang kabur kemarin atau orang yang berbeda. Karena ada distorsi di CCTV, ada distorsi apakah memang benar yang bersangkutan yang melakukan atau tidak, nanti setelah pendalaman dari teman-teman Reskrim, akan bis ketahuan,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *