POLMAN, editorial9.com – Koordinator Pojok Kampus, Ilyas, mendesak PT Ekamas Mora Republik menghentikan sementara pemasangan tiang jaringan internet di Perumahan BTN Al Ikhlas Patampanua, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar. Desakan itu disampaikan menyusul dugaan tidak adanya sosialisasi kepada warga sebelum pekerjaan dilakukan.
Ilyas menegaskan, persoalan yang dipermasalahkan bukan pembangunan infrastruktur internet, melainkan dugaan diabaikannya hak masyarakat untuk memperoleh informasi dan dilibatkan sebelum kegiatan yang berdampak langsung terhadap lingkungan mereka dilaksanakan.
“Pembangunan tidak boleh dilakukan secara sepihak. Warga bukan objek yang hanya menerima keputusan perusahaan. Sosialisasi adalah kewajiban moral dan bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang terdampak langsung,” kata Ilyas, Minggu,26/07/26.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur semestinya diawali dengan komunikasi yang baik kepada masyarakat. Dengan demikian, setiap keberatan atau masukan dari warga dapat diakomodasi sejak awal sehingga tidak memicu polemik.
Ia menyayangkan, apabila benar pemasangan tiang jaringan internet dilakukan tanpa membangun komunikasi terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar.
“Kami mendesak PT Ekamas Mora Republik, untuk menghentikan sementara aktivitas pemasangan dan segera melakukan sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat. Jangan membiasakan pola kerja ‘pasang dulu, jelaskan belakangan’. Praktik seperti itu mencederai prinsip partisipasi publik,” ujarnya.
Ilyas juga meminta Pemerintah Desa Patampanua, Pemerintah Kecamatan Matakali, serta Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar tidak bersikap pasif terhadap persoalan tersebut. Menurut dia, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan setiap kegiatan pembangunan yang berdampak kepada masyarakat dilaksanakan secara transparan dan mengedepankan komunikasi dengan warga.
“Pemerintah harus hadir, memastikan setiap proses pembangunan berjalan sesuai prinsip keterbukaan. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui adanya pekerjaan ketika tiang sudah berdiri di lingkungan mereka,” ucapnya.
Ia berharap, PT Ekamas Mora Republik segera membuka ruang dialog dengan warga agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik sosial yang berkepanjangan.(*)






