Kebiasaan Baru Kembalikan Tradisi Lama Warga Sulbar

Tempat mencuci tangan yang terdapat di halaman rumah warga, (Dok : Mp)

Polman – editorial9-Dua tahun sudah pandemi Covid19 melanda wilayah hampir seluruh wilayah di Indonesia. Berdasarkan data terkini yang dilansir dari situs https://covid19.go.id/ per tanggal 25 Oktober 2021 kemarin, tercatat sebanyak 143.235 yang meninggal dunia akibat virus corona. Untuk kasus terkonfirmasi positif sebanyak 4.240.479 dan sembuh 4.083.690.

Terkhusus di Provinsi Sulawesi Barat, sebagaimana data Dinkes hingga tanggal 23 Oktober 2021 ini, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif Covid19 sebanyak 12.308, sembuh 11.939 dan meninggal dunia 343. Untuk di masing-masing kabupaten, Pasangkayu sebanyak 1.985 kasus positif, dirawat 0, sembuh 1.940 dan meninggal dunia 42. Mamuju, 3.086 warganya yang terkonfirmasi positif Covid19, dirawat 1, sembuh, 3.034, meninggal 47.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Majene, jumlah kasus positif Covid19, sebanyak 1.051, dirawat 0, isolasi mandiri 2, sembuh 1.011 dan meninggal dunia 38. Sementara di wilayah Mamuju Tengah (Mateng), jumlah kasus 1.108, menjalani perawatan 0, isolasi mandiri 3, sembuh 1.054 dan meninggal 52. Mamasa, jumlah kasus, 1.492, dirawat 0, isolasi mandiri,6, sembuh 1.469, meninggal 17. Sementara, di Kabupaten Polewali Mandar, jumlah kasus positif sebanyak 3.586, dirawat 2, isolasi mandiri 6 orang, sembuh 3.431 dan meninggal dunia sebanyak 147.

Seiring dengan tingginya angka kasus virus corona itu, pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari digencarkannya program vaksinasi hingga diwajibkannya masyarakat untuk tetap taat Protokol Kesehatan (Prokes). Tujuannya tidak lain, agar masyarakat tidak tertular virus Covid19.

Salah satu hal yang dikenal dalam penerapan Prokes dan menimbulkan perilaku hidup baru di masyarakat yakni adanya istilah 5 M yakni 1.Memakai Masker. 2. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.3 Menjaga jarak. 4.Menjauhi kerumunan dan 5. Membatasi mobilitas.

Dalam aktualisasi khususnya kebiasaan mencuci tangan, sejak awal munculnya wabah virus corona, pemerintah pun telah membagikan secara gratis wadah di tiap-tiap rumah warga, sehingga saat ini mayoritas masyarakat memiliki tempat mencuci tangan, di halaman rumah masing-masing. Hal itu dilakukan, agar warga terbiasa dan rutin mencuci tangan, usai melaksanakan aktivitas di luar rumah, agar terhindar dari penularan virus Covid19, yang hingga saat ini masih mewabah.

Terkait keberadaan tempat atau wadah mencuci tangan di setiap rumah, bukanlah merupakan pemandangan yang baru bagi sebahagian masyarakat khususnya di Sulbar. Bagi sebahagian warga yang mendiami Bumi Tanah Malaqbi, kebiasaan tersebut sebenarnya telah dilakukan oleh para orang-orang terdahulu, sebelum pandemi Covid19. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kebiasaan itu mulai terkikis dan bahkan tak terlihat lagi.

“Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu. Sehingga, dengan adanya pemberlakuan kebiasaan mencuci tangan saat virus corona ini ada, bagi saya bukanlah hal yang baru, termasuk adanya tempat cuci tangan di halaman rumah saya ini,” ucap Baharuddin, salah seorang warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Provinsi Sulbar, saat dikonfirmasi, Senin, 25/10/21.

Dalam prakteknya, bagi orang tua terdahulu bukan hanya sekedar mencuci tangan semata, melainkan untuk mencuci kaki sangatlah penting, saat hendak masuk ke dalam rumah. Tujuannya, selain agar kebersihan diri selalu terjaga, juga menjaga kebersihan rumah.

“Selain tangan, kaki kan setiap kali kita keluar rumah kan pasti kena debu, meskipun kita memakai alas kaki. Justru yang baru bagi kita ini, adalah kebiasaan untuk pakai masker, karena memang kita tak pernah menggunakannya. Nanti setelah corona ini ada baru kita pakai masker,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *