MAMUJU, editorial9.com – Kemarau panjang mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kepulauan Balabalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Bantuan air bersih dan pangan pun mulai dikirim ke sejumlah pulau untuk memenuhi kebutuhan warga.
Penyaluran bantuan dilakukan menggunakan KM Pacific Samudra Satu dengan melibatkan aparat Kecamatan Balabalakang dan tiga prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju, Senin (14/9/2026).
Penyaluran pertama dilakukan di Dermaga Pulau Ambo sekitar pukul 09.00 Wita. Sebanyak 14 tandon berisi 14.400 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat.
Selain air bersih, sebanyak 291 karung beras juga dibagikan kepada warga. Setelah penyaluran di Pulau Ambo, masih tersisa 38.600 liter air bersih dan 11.090 kilogram beras yang akan didistribusikan ke Pulau Popongan, Pulau Salisingan, dan Pulau Sabakatan.
Proses penyaluran di Pulau Ambo selesai sekitar pukul 11.00 Wita. KM Pacific Samudra Satu kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pulau Popongan.
Setibanya di Pulau Popongan sekitar pukul 17.00 Wita, penyaluran bantuan kembali dilakukan. Sebanyak 14 tandon atau 14.400 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat.
Bantuan pangan berupa beras juga kembali dibagikan. Sebanyak 379 karung beras disalurkan kepada warga. Selain itu, masyarakat menerima 268 jeriken kosong berkapasitas 35 liter yang dapat digunakan untuk menampung air.
Setelah penyaluran di Pulau Popongan, bantuan yang tersisa sebanyak 24.200 liter air bersih dan 7.300 kilogram beras. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan ke Pulau Salisingan dan Pulau Sabakatan.
Penyaluran bantuan turut dibantu tiga prajurit Lanal Mamuju, yakni Serda Bah Ridho Tegar Firmansyah, Kld Ttu Arga Nurman Hidayat, dan Kld Ang Jacky Yatoko.
Seluruh rangkaian penyaluran bantuan di Pulau Popongan selesai sekitar pukul 19.30 Wita dalam kondisi aman dan lancar.
Namun, perjalanan menuju Pulau Salisingan terpaksa ditunda karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat perjalanan kapal belum memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Rencana pemberangkatan KM Pacific Samudra menuju Pulau Salisingan ditunda karena gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah Kepulauan Balabalakang,” ucap Serda Tegar.
Jika kondisi cuaca memungkinkan, KM Pacific Samudra dijadwalkan kembali berangkat menuju Pulau Salisingan pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 07.00 Wita untuk melanjutkan distribusi bantuan kepada masyarakat.
Lanal Mamuju, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Penyaluran bantuan ini, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama air bersih dan pangan, selama musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kepulauan Balabalakang.(*)






