POLMAN, editorial9.com – Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun berinisial R tewas setelah diduga terseret arus saluran induk pengairan sawah hingga sekitar 400 meter di Dusun Mapilli I, Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Senin (14/9/2026).
Korban yang merupakan pelajar TK tersebut ditemukan warga sekitar pukul 13.00 WITA dalam kondisi tidak bernyawa. Polisi masih melakukan penanganan untuk mengetahui secara pasti bagaimana korban bisa masuk atau terjatuh ke saluran irigasi tersebut.
Informasi mengenai kejadian itu diterima personel Polsek Campalagian sekitar pukul 15.10 WITA. Personel piket yang dipimpin Ps. Kanit IK AIPTU Sirajuddin bersama Ps. Kanit Res AIPDA Sapriadi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan bahan keterangan.
Berdasarkan keterangan Abd. Rahman, nenek korban, setelah salat Zuhur, dirinya bersama korban berada di rumah dan kemudian tidur siang.
Saat terbangun, saksi mendapati korban sudah tidak berada di rumah. Tidak lama berselang, saksi memperoleh informasi dari warga mengenai adanya seorang anak yang tenggelam di saluran irigasi.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak keluarga. Ayah korban, Andi, segera menuju lokasi. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Sebelumnya, seorang pemulung yang melintas memberikan informasi kepada warga mengenai adanya anak yang tenggelam di saluran irigasi. Warga kemudian melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.00 WITA dalam kondisi meninggal dunia.
Korban selanjutnya dibawa pihak keluarga ke Puskesmas Batupanga untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Sekitar pukul 13.30 WITA, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Mapilli Barat yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi penemuan.
Penanganan kemudian dilanjutkan personel Polres Polman. Sekitar pukul 16.00 WITA, personel piket Polres Polman bersama Unit Identifikasi dan personel Sat Intelkam yang dipimpin Pamapta IPDA Abd Salam, S.H., M.H., tiba di lokasi untuk melaksanakan olah TKP serta mengumpulkan bahan keterangan.
Dari hasil penanganan awal, kepolisian belum mendapatkan keterangan dari saksi yang melihat secara langsung saat korban masuk atau terjatuh ke saluran irigasi.
Kapolsek Campalagian IPTU H. Harifuddin, mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di lokasi yang memiliki potensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau para orang tua dan keluarga agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar saluran air. Pengawasan secara langsung sangat penting untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan,” ujar IPTU H. Harifuddin.
Dalam penanganan kasus tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak pelaksanaan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat penolakan autopsi yang dibuat pihak kepolisian dan ditandatangani oleh keluarga korban.
Setelah seluruh proses penanganan selesai, sekitar pukul 17.00 WITA, jenazah korban dimakamkan di pemakaman keluarga, yang berada di Desa Mapilli Barat.
Kepolisian memastikan sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari mendatangi TKP, mengumpulkan bahan keterangan, melakukan olah TKP, hingga membuat administrasi penolakan autopsi yang ditandatangani pihak keluarga.(*)






