KPID, Kemenag dan Pemuda Lintas Agama Garap Film Siwali Parriq

  • Whatsapp
Para pemeran film Siwali Parriq, usai prosesi pengambilan video. Minggu, 13/06/21.(Dok : Humas KPID Sulbar)

Mateng – editorial9 – KPID bersama Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat dan pemuda lintas agama, tengah menggarap film pendek berjudul siwali parriq, di Desa Polongaan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu, 13/06/21.

Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sulbar, Busrang Riandhy menilai, hal tersebut merupakan sebuah inovasi dan kreatifitas Sub Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Sulbar, dengan melibatkan stakeholder, tokoh agama dan pemuda lintas agama.

Bacaan Lainnya

“Sebuah kebanggan tersendiri bagi KPID Sulbar dilibatkan dalam penyusunan naskah, cerita hingga memantau langsung pembuatan film pendek. Salut buat pemain dan kru yang senantiasa mematuhi protokol Kesehatan dalam produksi film bertema memelihara kebersamaan dalam kerukunan umat beragama ini,” terang Busran.

Sementara itu, Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Sulbar, Muhammad Abidin, mengatakan, Desa Polongaan, dijadikan sebagai icon kerukunan berawal dari pemetaan, strategi wilayah dan rumah ibadah, karena dinilai memenuhi kriteria sebagai desa kerukunan umat beragama, termasuk didalamnya pola hubungan dan kekerabatan masyarakatnya sangat kuat.

“Disinilah moderasi beragama dan budaya itu tergambar jelas dan itu sangat berperan dalam menjamin masyarakat bebas menjalankan agamanya masing-masing, hal inipun terlihat dari warganya yang ramah, suka tolong menolong dan saling bantu,” ucap Muhammad Abidin.

Dari proses pembuatan film inilah, kata Abidin, terbangun komunikasi dan kolaborasi antar lembaga, bukan cuma pihak pemerintah desa, lembaga keagamaan tetapi KPID Sulbar yang ikut andil dalam pembuatan dokumenter ini. Mulai dari materi siaran maupun pengawasan produksi siaran.

“Ini adalah kolaboratif antara semua pihak, tujuan kita bersama ingin mengangkat Polongaan. Desa ini dengan sebutan miniatur indonesia dikenal diluar dengan kerukunan antar umat beragamanya yang terjalin sangat baik dan bisa menjadi inspirasi oleh yang lain,” bebernya.

Ditempat yang sama, pejabat Kades Polongaan Muh. Saiful. S, mengaku sangat merespon kegiatan Kemenag Sulbar, yang ingin membuat film pendek dengan melibatkan anak muda yang tergabung dalam pemuda lintas agama Desa Polongaan ini.

“Kerukunan umat beragama cukup terjalin dengan baik. Selama ini, toleransi beragama saling tetap terjaga sejak desa ini berdiri tahun 1990”, tutur Saiful.

Untuk diketahui, pengambilan gambar semuanya di wilayah Desa Polonggaan dengan layar belakang 4 rumah ibadah yakni Masjid Istiqomah, Gereja Toraja Mamasa, Gereja St. Mikail Tobadak dan Pura Sapta Kerti, serta tugu dan pintu gerbang kawasan kerukunan umat beragama. Sedangkan para pemeran utama dalam film ini adalah Sekertaris Desa Polongaan, tokoh agama, dan tokoh pemuda lintas agama.(Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *