Mahasiswa Desak Terduga Penganiaya Kader PMII Dipecat

  • Whatsapp
Saat sejumlah aktivis SOLAR, berunjuk rasa di Mapolresta Mamuju, mendesak pelaku penganiaya kader PMII dipecat, Senin, 19/07/21.(Dok : Luk)

Mamuju – editorial9 – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Anti Kekerasan (SOLAR), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Mapolresta Mamuju, Senin, 19/07/21.

Massa aksi yang dipimpin oleh Korlap, Muh.Hassanal itu, menuntut agar oknum pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang kader PMII, Minggu, 18 Juli 2021 kemarin dipecat.

Bacaan Lainnya

Hassanal mengaku geram, dengan adanya kejadian pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi di Kabupaten Mamuju masih saja terus terjadi.

“Lagi-lagi oknum aparat kepolisian memperlihatkan sikap premanisme. Minggu lalu seorang kurir yang ada di Mamuju mengalami pengeroyokan oleh oknum aparat kepolisian,” ucap Hasanal.

“Hari ini, sahabat kita anggota PMII mengalami luka benjol di pipinya oleh oknum aparat kepolisian. Jadi kami, masyarakat Mamuju, bingung, yang mana polisi yang mana preman,” sambungnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat antara korban dan pelaku bertabrakan, pelaku langsung memukul mengakibatkan luka robek di pipi korban. Setelah itu korban dibawa kekantor Polsek setempat, di sana pelaku kembali melakukan penganiayaan.

“Saat aksi pemukulan terjadi, pelaku tercium bau miras, yang diduga oleh korban menurutnya bahwa pelaku sementara dalam kondisi sudah minum minuman keras,” jelasnya.

Olehnya itu, Solar mendesak kepada pihak kepolisian agar oknum kepolisian yang diduga melakukan penganiayaan ditindak dengan tegas. Tuntutan mereka pun tertuang dalam beberapa poin.

“Pecat oknum kepolisian yang menganiaya masyarakat sipil secara tidak terhormat. Copot Kapolresta Mamuju dan Kapolda Sulbar karena gagal membina anggotanya. Menagih janji Kapolri yang ingin memberantas premanisme. Usir oknum polisi yang bermental preman ditanah malaqbi dan mosi tidak percaya terhadap kapolresta Mamuju,” katanya.

Sementara itu, Kapolreta Mamuju Kombes Pol Iskandar, mengaku telah melakukan proses pemeriksaan terhadap oknum polisi yang diduga melakukan pemukulan.

“Baik secara internal maupun secara eksternal atau hukum yang berlaku di masyarakat,” kata Kombes Pol Iskandar.

Kata Kapolresta, pelaku saat ini diamankan oleh propam Polresta Mamuju. Meski begitu, pihaknya masih terus mendalami kronologi kejadian tersebut.

“Sementara di Reskrim juga sedang berproses. Nanti dari hasil keterangan yang diambil oleh penyidik baik di Provos atau di reserse nanti baru kita ketahui kronologinya secara pasti,” tutupnya.(Luk/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *