Masker Trend Style di Masa Pandemi

  • Whatsapp
Masker kekinian.(Dok : Google)

Polman – editorial9 – Pandemi Covid19 yang mewabah sejak dua tahun terakhir ini, telah mempengaruhi seluruh sendi-sendi kehidupan sosial di masyarakat. Hal itu dikarenakan, adanya himbauan yang menuntut masyarakat untuk menaati dan menerapkannya yakni Protokol Kesehatan (Prokes) Covid19, dalam setiap aktivitasnya. Sehingga, keadaan ini telah membawa masyarakat ke arah perubahan perilaku atau kebiasaan baru dalam sehari-harinya.

Diketahui sebelumnya, pada tanggal 16 November Tahun 2020, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, mengeluarkan surat telegram bernomor ST/3220/XI/KES.7./2020. Salah satu perintah dalam surat tersebut, adalah agar jajaran kepolisian menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelanggar Prokes, yang mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.Dalam surat tersebut, juga termaktub pula pasal-pasal yang menjadi acuan, mulai dari pasal 65 KUHP, pasal 212 KUHP, pasal 214 ayat (1) dan (2) KUHP, pasal 216 KUHP, dan pasal 218 KUHP.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Undang-undang Nomor 2 tahun 2002, pasal 84 dan pasal 93 Undang-undang nomor 6 tahun 2018, tentang kekarantinaan kesehatan. Selain itu, pemberlakuan Prokes tersebut, diperkuat pula dengan hadirnya Keputusan Presiden (KEPPRES) nomor 11 Tahun 2020, tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat virus Covid19. Kemudian, KEPPRES nomor 12 tahun 2020, tentang penetapan bencana non alam penyebaran virus Covid19, sebagai bencana nasional.

Hadirnya berbagai aturan tersebut, membuat seluruh lembaga Polri, TNI hingga lembaga pemerintahan di daerah, gencar melakukan himbauan tentang pentingnya penerapan Prokes, bahkan menindak warga yang tidak patuh terhadap penerapan Prokes itu. Seiring dengan gencarnya himbauan serta adanya penindakan itu, kian menimbulkan perubahan perilaku sosial di masyarakat, lantaran dalam melakukan aktivitas di luar rumah, seluruh masyarakat diharuskan untuk taat Prokes, seperti mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak hingga mengurangi mobilitas.

Terkhusus penggunaan masker, di awal mula mewabahnya virus Covid19 tahun 2020 lalu, organisasi kesehatan dunia WHO, merekomendasikan penggunaan masker hanya diperuntukkan bagi orang yang sakit. Namun hal itu kemudian berubah, seiring dengan kian merajalelanya wabah Corona, membuat WHO kembali mengeluarkan kebijakan baru, bahwa penggunaan masker tidak hanya diperuntukkan bagi yang sakit, melainkan juga diharuskan bagi orang yang sehat.

Kebijakan WHO ini, pun diberlakukan di beberapa negara dunia. Salah satunya adalah Amerika Serikat (AS), melalui Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang memperbarui pedoman terkait penggunaan masker. CDC mengimbau masyarakat AS harus memakai masker meski berada di dalam rumah, pada kondisi tertentu.

Seiring dengan pemberlakuan kebiasaan bermasker, juga menimbulkan berbagai gaya atau trend style dikalangan para remaja khususnya kaum milenial. Selain itu, berbagai model maupun motif masker yang menarik perhatian masyarakat, dengan harga bervariasi, juga kian marak ditemui di pasar hingga di berbagai aplikasi Online Shopping (Ol Shop). Masker saat ini, dinilai sebagai sarana penunjang penampilan.

“Masker selain menjadi kebutuhan penting selama pandemi Covid19, masker saya lihat juga menjadi salah satu style atau gaya baru dikalangan masyarakat, khususnya kaum remaja. Itu kita bisa lihat, dari cara mereka menggunakannya, seperti masker yang menggunakan gantungan, dengan berbagai model,” ucap Fitri, salah seorang warga Kabupaten Polman saat dikonfirmasi, Kamis,25/11/21.

Masker sejatinya tidak hanya berfungsi dalam mencegah terjadinya penyebaran virus Covid19, melainkan juga terdapat fungsi lainnya. Salah satu fungsi utama masker sendiri adalah melindungi pernapasan dari debu hingga polusi asap saat berkendara, apalagi saat mengendarai motor. Sehingga, kebiasaan bermasker, tidak hanya berlaku selama pandemi corona ini, melainkan sangat perlu tetap dipergunakan walaupun pandemi corona tak mewabah lagi.

“Sebelum Covid19 ini mewabah, kebiasaan menggunakan masker, saat keluar rumah telah rutin saya lakukan, karena itu fungsinya bukan hanya Prokes semata,” tutupnya.(Masdar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *