Mamuju – editorial9 – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengunjungi posko pengungsian warga terdampak gempa di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis, 28/01/20.
Kunjungannya tersebut dilakukan untuk mengecek penanganan dampak bencana gempa, penanganan pengungsi di posko pengungsian, mengecek pelayanan kesehatan untuk pengungsi, dan menyalurkan bantuan pemerintah pusat.

Dalam pengecekannya di lapangan, Muhadjir Effendy menilai penanganan bencana gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene, yang telah dilakukan oleh petugas lapangan sudah berjalan dengan baik.
“Secara umum kesan saya penanganan bencana gempa di Majene dan Mamuju sudah sangat baik dan penanganan di tingkat pengungsi saya kira sudah sangat bagus,” ucap Muhadjir Effendy.
Ia juga mengapresiasi penanganan pengungsi, yang memperhatikan dengan baik kebutuhan perempuan dan anak, seperti posko di Wilayah Kabupaten Majene, yang memberikan perlakuan khusus bagi ibu menyusui serta ada pula ruang khusus bagi perempuan Lanjut Usia (Lansia).
“Di suasana bencana seperti ini, perhatian serta jaminan perlindungan umum perempuan dan anak sangat penting untuk dilakukan. Kita ingin, membangun paradigma baru dalam penanganan bencana yaitu perempuan dan anak harus diutamakan,” ungkapnya.
Menurut Muhadjir Effendy, perempuan dan anak merupakan pihak yang sangat rentan terhadap berbagai macam akibat dari gempa. Sehingga, berbagai keperluan perempuan dan anak, seperti sanitasi, sandang, makanan yang bergizi harus dipenuhi dengan baik.
“Kita tahu bahwa untuk perempuan itu mulai dari hamil, melahirkan, kemudian menyusui, kemudian tiap bulan juga ada masalah menstruasi. Itu harus semua tercover seluruh kebutuhannya. Gak boleh terabaikan,” terangnya.
“Kemudian berkaitan dengan anak tentu saja (di Posko pengungsian) kemudian mudah terjangkit penyakit, asupan gizinya juga harus baik selama masa pengungsian,”sambungnya.
Dia juga berterima kasih pada seluruh pihak seperti BNPB, TNI dan Polri, yang melakukan penanganan dengan baik pada masa tanggap bencana gempa bumi Provinsi Sulbar.
“Terima kasih juga kepada Forkompimda masyarakat, termasuk BPMBPD yang telah bekerja sama bahu membahu menangani gempa ini,” tutupnya.(Adv)






