Pemindahan TPA ke Balanipa Ditolak Warga

  • Whatsapp
Aliansi masyarakat Balanipa, yang menolak keberadaan TPA.(Dok : Ist)

Polman – editorial9 – Penempatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kecamatan Balanipa, oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Pemkab Polman), mendapat penolakan keras dari warga setempat.

Dalam perjalanannya, sebelumnya Pemkab Polman telah memindahkan TPA tersebut ke wilayah Kecamatan Luyo dan Binuang, namun hal itu juga mendapat penolakan dari warga setempat.

Bacaan Lainnya

Menurut salah seorang pemuda Balanipa, Desa Lego, Asfin, pemindahan TPA ke Kecamatan Balanipa saat ini, memang menjadi pembasahan yang sangat krusial dikalangan masyarakat setempat dan media hingga mahasiswa ataupun pemuda.

“Dan masyarakat pun telah membentuk aliansi mahasiswa atau pemuda Balanipa, untuk menolak TPA di Kecamatan Balanipa di Kelurahan Balanipa,” ucap Asfin melalui press rilisnya, Jumat, 07/01/22.

Ia menjelaskan bahwa, alasan utama sehingga warga Balanipa menolak keberadaan TPA tersebut, karena sebelumnya dua kecamatan yakni Binuang dan Luyo telah menolak.

“Selain itu, pencemaran lingkungan dekat dengan jalan provinsi, berada di wilayah lahan tani subur, dekat aliran sungai bersih, pelayanan kesehatan yakni Puskesmas Pambusuang,” jelasnya.

“Dekat area sekolah SMPN 2 Balanipa, wilayah TPA potensi longsor dan sosialisasi dan transparansi tentang TPA ini, tidak ada,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, proses pembuangan sampah dan TPA yang akan ditempatkan di wilayahnya itu juga sangat bertentangan dengan Undang-undang pasal 18 Tahun 2018, tentang pengelolaan sampah.

“Setelah mendapatkan dukungan moril dari masyarakat, maka masyarakat setempat siapa juga untuk mengadakan demonstrasi ataupun audensi dengan pemerintah kecamatan dan dearah,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.