Sulbar – editorial9 – Dalam rangka mengefektifkan Bandar Udara (Bandara) baru di Sumarorong, di Kabupaten Mamasa, dibutuhkan peroses pengkajian secara mendalam.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar (ABM), saat ia bersama tim Sekretariat Kepresidenan Republik Indonesia (RI), melakukan kunjungan sekaligus rapat evaluasi di Bandara Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Jum’at, 04/03/22.

“Fokus kita saat ini, adalah jumlah penumpang yang sangat minim menggunakan jasa penerbangan Bandara Sumarorong ini, sehingga butuh kajian lebih dalam untuk dapat mengoperasiannya,” ucap ABM.
Menurutnya, harus ada kolaborasi dari seluruh stakeholder untuk kembali lebih menghidupkan bandara tersebut. Tidak hanya dukungan dari pemerintah daerah Sulbar.
“Melainkan Pemkab Mamasa, pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat harus turut andil membuat bandara itu kembali maksimal,” terangnya.
“Salah satu cara, dengan menghidupkan pariwisata di Kabupaten Mamasa ini,” sambungnya.
Mantan Bupati Polman dua periode itu juga membeberkan, terkait pembebasan lahan masyarakat, Pemprov Sulbar telah menyiapkan dana sebesar Rp. 3 Miliar Rupiah, begitupun dengan Pemkab Mamasa juga menyiapkan dana Rp.3 Miliar.
“Sehingga total keseluruhan sebesar enam miliar rupiah,” bebernya.
Lebih lanjut ia menuturkan, tentang tujuan kedatangannya bersama dengan tim Sekretariat Kepresidenan RI, di Bandara baru yang dinilainya berjalan tidak efektif.
“Kunjungan tersebut, dalam rangka meninjau mengevaluasi kelayakan Bandara Sumarorong, Kabupaten Mamasa,” tutupnya.
Untuk diketahui, dalam agenda tersebut turut dihadiri sejumlah Pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, Tenaga Ahli Gubernur Sulbar. (Farid)






